Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
28 May 2026 19:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Peta tujuan investasi global berubah cukup besar dalam satu dekade terakhir. Negara yang dulu menjadi magnet utama investor kini mulai mendapat persaingan lebih ketat dari negara lain yang dinilai lebih stabil, punya infrastruktur kuat, dan siap menangkap tren baru seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perubahan ini terlihat dari peringkat negara yang paling dipercaya investor asing pada 2026. Amerika Serikat (AS) masih bertahan di posisi pertama, tetapi persaingan di bawahnya semakin ketat.
Mengutip Visual Capitalist, data ini merujuk pada Kearney 2026 Foreign Direct Investment Confidence Index. Indeks tersebut menggambarkan negara mana saja yang paling menarik bagi investor asing untuk menanamkan modal dalam tiga tahun ke depan.
Survei ini melibatkan 507 eksekutif senior dan membandingkan posisi negara tujuan investasi pada 2016 dan 2026.
China Turun, Kanada dan Jepang Melesat
Salah satu perubahan paling mencolok adalah posisi China. Pada 2016, China berada di peringkat kedua sebagai negara paling dipercaya investor. Namun pada 2026, posisinya turun ke peringkat keempat.
Sebaliknya, Kanada justru naik tajam. Jika pada 2016 Kanada berada di posisi ketiga, pada 2026 negara tersebut naik ke posisi kedua, tepat di bawah AS.
Jepang juga mencatat kenaikan besar. Pada 2016, Jepang berada di peringkat keenam, tetapi pada 2026 naik ke posisi ketiga.
Berikut perbandingan peringkat negara paling dipercaya investor pada 2016 dan 2026:
Data tersebut menunjukkan adanya perombakan besar dalam kepercayaan investor global. Negara-negara maju yang dianggap stabil masih menjadi pilihan utama, tetapi negara Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi mulai masuk ke jajaran atas.
Pada 2026, Uni Emirat Arab berada di peringkat kesembilan, sementara Arab Saudi menempati posisi kesepuluh. Keduanya kini sejajar dengan negara tujuan investasi besar seperti Jerman dan Inggris.
Kenapa Kanada Bisa Salip China?
Kanada kini menjadi negara kedua paling menarik bagi investor asing. Ada beberapa faktor yang membuat negara ini makin dipercaya, mulai dari kekayaan sumber daya alam, stabilitas politik, hingga belanja infrastruktur AI yang terus meningkat.
Pada semester I-2025, Kanada mencatat 297 pengumuman investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), yang menjadi rekor baru bagi negara tersebut.
Kekuatan Kanada di bidang inovasi teknologi juga ikut menjadi daya tarik. Kepercayaan investor kemungkinan ikut ditopang oleh rencana anggaran pemerintah federal senilai US$926 juta untuk membangun infrastruktur AI berdaulat.
Sementara itu, posisi China sebagai tujuan investasi mengalami tekanan. Salah satu faktor utamanya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat sebagian investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya.
Namun, China tetap menjadi salah satu tujuan investasi terbesar dunia. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara seperti Kanada dan Kenya juga mulai menjajaki kesepakatan dagang baru dengan China di tengah perubahan tatanan ekonomi global.
Negara Teluk Makin Dilirik Investor
Kenaikan Arab Saudi juga menjadi sorotan. Negara tersebut masuk ke jajaran 25 besar pada 2023, lalu berhasil menembus 10 besar dunia pada 2026.
Ini menjadi kali pertama Arab Saudi masuk dalam daftar 10 besar negara paling dipercaya investor global.
Arab Saudi sedang berusaha mengurangi ketergantungan ekonominya terhadap minyak dan gas. Untuk itu, negara tersebut menargetkan bisa menarik investasi asing langsung sebesar US$100 miliar per tahun pada 2030.
Sektor teknologi menjadi salah satu fokus utama. Amazon Web Services atau AWS berencana menggelontorkan US$5,3 miliar untuk memperluas infrastruktur pusat data di Arab Saudi pada 2026.
Selain itu, Google Cloud juga bekerja sama dengan dana kekayaan negara Arab Saudi untuk membangun pusat AI.
Uni Emirat Arab juga bergerak ke arah serupa. Negara tersebut telah menarik rencana investasi besar dari sejumlah perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Oracle, dan AWS.
Meski begitu, konflik di Timur Tengah tetap menjadi risiko bagi kawasan tersebut. Jika perang berlangsung lebih lama dan skalanya membesar, pertumbuhan ekonomi regional bisa ikut tertekan. Arus investasi ke kawasan ini juga akan sangat bergantung pada seberapa besar dan seberapa lama konflik berlangsung.
Arah Baru Investasi Global
Peringkat ini menunjukkan bahwa investor tidak lagi hanya melihat pertumbuhan ekonomi yang cepat. Mereka juga mencari negara yang mampu menawarkan stabilitas, infrastruktur kuat, sumber daya strategis, dan posisi penting dalam jaringan perdagangan global.
Negara seperti Kanada, Jepang, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab naik karena dinilai punya kombinasi tersebut.
Dalam satu dekade ke depan, arah investasi asing kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh negara mana yang ekonominya tumbuh paling cepat. Investor juga akan melihat negara mana yang paling siap menghadapi risiko global, membangun infrastruktur masa depan, dan menawarkan keunggulan jangka panjang.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































