Pedagang Pasar Cipulir Tiba-Tiba Takut Hujan, Ada Apa?

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya mengeluh soal jumlah pembeli semakin berkurang, pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan juga mengeluhkan makin parahnya banjir di pasar tersebut.

Para pedagang dan tukang parkir mengeluhkan ketika kawasan Cipulir dilanda hujan deras, kerap banjir sering menggenangi lantai dasar pasar tersebut. Bahkan, dampak banjir yang semakin parah membuat omzet pedagang makin anjlok.

Cece, pedagang pakaian remaja mengungkapkan kini banjir lebih sering mengenangi pasar tersebut. Tokonya yang berada di lantai dasar menjadi salah satu yang terdampak banjir.

"Parah sih sekarang, ya sejak setahun terakhir mungkin ya, jadi sekarang kalau hujan deras sedikit, air mulai masuk ke sini, apalagi kalau hujan derasnya lebih lama," kata Cece saat ditemui CNBC Indonesia, Minggu (30/5/2026).

Bahkan saat terjadi banjir, pihaknya bersama karyawannya kerap kesulitan untuk memindahkan pakaian-pakaiannya untuk ditempatkan yang lebih aman.

"Jadi kalau sekarang, pas langit sudah mulai mendung, kami mulai khawatir, kalau sudah mulai hujan, kami nambah khawatir, kadang airnya bisa masuk lebih cepat, kami kewalahan pas mindahin barang-barang ke tempat yang lebih tinggi," lanjutnya.

Cece mengungkapkan, air masuk ke dalam pasar bukan berasal dari kali Pesanggrahan, melainkan berasal dari saluran air di pinggir jalan raya yang drainasenya buruk.

"Justru air masuk itu dari jalanan depan, dari selokan di situ, karena drainasenya buruk, bukan dari kali Pesanggrahan yang ada di sebelah pasar," terangnya.

Pedagang menunggu pembeli saat banjir melanda Pasar Cipulir di Jakarta, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Pedagang menunggu pembeli saat banjir melanda Pasar Cipulir di Jakarta, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Pedagang menunggu pembeli saat banjir melanda Pasar Cipulir di Jakarta, Jumat (20/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Dampak banjir tersebut juga membuat omzet penjualan turun drastis, hingga 30%.

"Ya saat banjir, kami enggak bisa berjualan dong, kadang juga pakaian yang enggak sempat diangkut jadi kebanjiran, makin rugi kami," ujarnya.

Senada dengan Cece, Susi, pedagang celana pendek pria juga mengaku sudah setahun terakhir banjir yang menggenangi Pasar Cipulir semakin parah, karena drainase di depan pasar yang buruk.

"Sekarang tuh pedagang di sini, kalau sudah mulai mendung, mereka mulai was was, hujan sedikit, sudah mulai siap-siap amanin dagangannya, parah sih pokoknya, sekarang jadi gampang banjir, sejak trotoar di depan pasar itu dibongkar," kata Susi.

Bahkan, trotoar tersebut tak kunjung diperbaiki dan membuat drainasenya pun memburuk.

"Iya, itu sejak trotoar dibongkar, enggak kunjung diperbaikin, mungkin karena selokannya mampet, jadi airnya meluber ke dalam, jadi airnya bukan dari kali sebelah (Pesanggrahan)," jelasnya.

Sementara itu Mamat, tukang parkir di depan pasar mengungkapkan banjir yang kerap masuk ke dalam Pasar Cipulir bukan berasal dari kali Pesanggrahan, melainkan dari saluran air di tepi jalan raya yang tak kunjung diperbaiki.

"Enggak, banjirnya bukan dari kali Pesanggrahan, tapi dari got-got pinggir jalan, pas hujan deras, itu got-got enggak bisa nampung, ya karena tanah-tanahnya bikin mampet selokan," kata Mamat.

Bahkan, kondisi trotoar yang dibiarkan berantakan dan tak kunjung diperbaiki sejatinya sudah sekitar 2 tahun.

"Jadi kalau hujan deras, air itu ngalir dari Seskoal, larinya ke depan pasar, nah karena ini trotoar belum dirapihin dan tanahnya bikin mampet, jadi pas depan pasar enggak bisa nampung, jadi meluber ke dalam pasar, ini kondisinya belum dirapihin sudah 2 tahun," lanjutnya.

Mamat pun mengungkap pedagang dan warga sekitar pasar sudah mengeluhkan akibat makin parahnya banjir. Namun, pihak dari kecamatan seakan berbelit-belit ketika akan mau merapikan trotoar.

"Warga sekitar sini sempat nanya ke kecamatan, ini kapan Pak dirapihin trotoarnya, soalnya sudah bikin banjir makin parah, di jawab, nanti saya rapatin dulu, masa 2 tahun dirapatinnya," jelasnya.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di depan Pasar Cipulir, kondisi trotoar memang masih berantakan dan banyak pembatas jalan tidak dirapikan. Kondisi tanah pun juga terlihat menutupi drainase air.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |