Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga barang-barang dan anjloknya rupiah membuat pedagang di Pasar Jatinegara bikin para pedagang khawatir. Bahkan, beberapa pedagang seragam dan kaus kaki mulai takut dampak dari kenaikan harga barang dan pelemahan rupiah berdampak ke penjualannya saat tahun ajaran baru sekitar Juni mendatang.
Salah satunya yakni Yogi, pedagang kaus kaki yang saat ini khawatir karena pembeli makin berkurang sejak harga barang mengalami kenaikan.
"Sejak harga BBM non subsidi naik, harga plastik makin naik, dan rupiah melemah, kami makin khawatir karena suasana pasar makin sepi," kata Yogi saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (20/5/2026).
Bahkan, Ia juga khawatir efek dari makin mahalnya harga barang-barang, membuat momentum tahun ajaran baru atau kenaikan kelas bagi pelajar sekolah tidak bisa dimanfaatkan oleh pedagang.
Foto: Aktivitas sejumah kios cukup sepi di Pasar Jatinegara atau yang bisa disebut sebagai Pasar Mester, Jakarta Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
"Nah, biasanya kami, sama pedagang seragam itu yang ditunggu-tunggu nanti pas kenaikan kelas, itu biasanya Juni-Juli jadi momentum kenaikan penjualan, tetapi kami agak khawatir dampaknya bisa sampai ke sana, agak khawatir kalau penjualan tahun ini lebih rendah dari tahun lalu, pas Juni-Juli," jelasnya.
Senada dengan Yogi, Farhan, pedagang seragam sekolah juga cenderung skeptis dengan penjualan saat Juni-Juli nanti, seiring kenaikan harga barang-barang.
"Kalau sekarang sepi, mungkin karena belum waktunya ya, nanti biasanya di Juni-Juli, biasanya ramai sih, tapi kami agak skeptis," kata Farhan.
Pihaknya khawatir penjualan seragam tahun ini lebih rendah dari tahun lalu, dampak dari kenaikan harga barang-barang.
"Tapi, kalau kondisinya begini, agak khawatir nanti di Juni atau Juli, saat orang tua sibuk mencari seragam baru buat anaknya, lebih rendah dari tahun lalu sih, kalau tahun lalu kan sempat naik 40% tuh, nah takutnya tahun ini malah turun, ya semoga saja enggak terjadi," terang Farhan.
(chd/wur)
Addsource on Google

8 hours ago
5
















































