Pengumuman, Garda Revolusi Iran Buat Rencana Baru untuk Selat Hormuz

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Garda Revolusi Iran sedang menyelesaikan persiapan untuk memberlakukan kondisi operasional baru di Selat Hormuz. Sebelumnya perairan itu sepenuhnya ditutup sejak perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dimulai, 28 Februari lalu.

"Angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang telah diumumkan oleh otoritas Iran untuk tatanan baru di Teluk Persia," kata angkatan laut Garda Revolusi dalam sebuah unggahan dikutip AFP, Senin (6/4/2026).

"Kondisi tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi AS dan Israel," ujarnya.

Pernyataan mereka muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancaman untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika jalur pelayaran vital tersebut tidak dibuka kembali, Selasa. Trump bahkan mengatakan akan merubah Iran jadi "neraka".

Iran sendiri hanya mengizinkan lalu lintas terbatas melalui jalur air tersebut sejak perang pecah. Ini mengganggu aliran sekitar 20% minyak dan gas global.

Kantor berita negara Oman mengatakan pada hari Minggu bahwa Iran dan Oman telah mengadakan pembicaraan tentang pelonggaran lalu lintas melalui selat tersebut, yang tetap tertutup karena konflik. Para anggota parlemen Iran dalam beberapa pekan terakhir telah mengusulkan pemberlakuan bea dan pajak pada kapal yang melewati jalur air tersebut.

Kapal Turki

Sementara itu, kapal milik Turki kembali melintasi Selat Hormuz. Ini merupakan kapal ketiga Ankara yang bisa melewati perairan itu.

"Kapal milik Turki 'Ocean Thunder' yang sedang dalam perjalanan membawa minyak mentah yang dimuat dari Irak ke Malaysia, telah melewati Selat Hormuz dengan selamat tadi malam," kata Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu dimuat X.

Menurut intelijen pelacakan kapal global Marine Traffic, kapal tersebut datang dari pelabuhan Basra di Irak. Sebelumnya dua kapal lainnya meninggalkan selat pada akhir pekan.

"Dengan pelayaran ini, jumlah kapal milik Turki di sekitar Selat Hormuz telah berkurang menjadi 12, dan jumlah kapal yang meminta keluar telah berkurang menjadi delapan," katanya lagi.

Ia menambahkan bahwa upaya sedang dilakukan lagi untuk memastikan perpindahan delapan kapal lain. Ada 156 personel yang bertugas di kapal-kapal tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |