Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua penyakit datang dengan gejala yang jelas, termasuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian mendadak. Banyak penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya memiliki PJK sampai mengalami kejadian akut seperti serangan jantung. Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini, agar risiko mendadak dapat dicegah dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat serta optimal.
"PJK terjadi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak (aterosklerosis). Penyempitan ini biasanya berlangsung perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, PJK kerap disebut sebagai 'silent killer' atau pembunuh diam-diam," ujar dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, FIHA, FSCAI dari Mayapada Hospital Surabaya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (5/4/2026).
Menurut dr. Samuel, PJK sering menimbulkan gejala awal yang sering dianggap biasa. Dalam banyak kasus, lanjutnya, gejalanya ringan seperti cepat lelah, sesak saat beraktivitas, atau nyeri dan rasa tidak nyaman di dada, yang sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, gangguan lambung atau otot.
"Gejala tersebut sering dianggap tidak terlalu mengganggu, sehingga banyak pasien menunda pemeriksaan atau mengabaikannya sama sekali," jelas dr. Samuel.
Gejala yang dianggap biasa itu, dapat berangsur menjadi kondisi darurat yang tidak terduga. Masalah serius terjadi ketika penyempitan pembuluh darah sudah berat, sehingga aliran darah ke otot jantung dapat terhenti secara tiba-tiba dan memicu serangan jantung atau kondisi akut lainnya. Serangan jantung bahkan bisa terjadi tanpa peringatan, terutama jika penyakit sudah memasuki tahap lanjut.
Kondisi darurat akibat PJK sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan skrining jantung yang komprehensif, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Skrining jantung biasanya mencakup rekam jantung (EKG), tes penanda jantung, treadmill, pemeriksaan dengan echocardiography (ECG) dan juga CT Scan.
"PJK memang tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi ancamannya nyata dan serius. Karena itu, lakukan pencegahan sejak dini seperti mengenali faktor risiko, berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala sekalipun yang ringan, dan memeriksakan jantung secara rutin agar risiko gawat darurat jantung dapat diminimalisir," tegas dr. Samuel.
Foto: Dok: Mayapada Hospital
Mayapada Hospital
Sejalan dengan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada kasus jantung, ketersediaan layanan jantung yang komprehensif menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pasien. Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center yang diperkuat tiga pilar utama; mencakup Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit untuk penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung, dengan pemeriksaan awal gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, dan rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung melalui Cardiac Emergency didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site; Advanced Treatment mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup dengan pendekatan terkini; Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD). Layanan ini juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.
Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(bul/bul)
Addsource on Google

10 hours ago
6
















































