Prabowo Boyong Rp173 T Investasi Korsel, Ada Perluasan Pabrik Posco

3 hours ago 3

Seoul, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan kunjungan kerja dari Korea Selatan, dan tiba di tanah air, pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 23.55 WIB. Dari sektor investasi, setidaknya ada 17 nota kesepahaman antara pelaku bisnis kedua negara senilai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani usai menghadiri forum bisnis di Seoul pada Rabu, (1/4/2026). Saat itu Airlangga hadir sebagai perwakilan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun," kata Airlangga.

Airlangga menuturkan, kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan.

"Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen," lanjutnya.

Di samping itu, Airlangga menyebut bahwa sejumlah perusahaan besar Korea turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO serta minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian menekankan bahwa hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan melengkapi capaian investasi dari kunjungan sebelumnya ke Jepang, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.

"Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun," kata Airlangga.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui langkah debottlenecking, yakni penyelesaian hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha.

Berikut 17 MoU tersebut :

1. MoU PLN IP dan LXI, Joint Study on the Development Potential of New and Renewable Energy Power Projects in Indonesia :

US$ 80 Juta

2. MoU Pertamina Hulu Energi (PHE) dan POSCO Second Amendment untuk Joint Study Energi baru dan terbarukan USD US$ 30 Juta

3. Announcement LS MnM, Expansion of Battery Material Value Chain via Strategic Majority Acquisition of PT Teluk Metal Industry US$ 400 Juta

4. MoU Sinarmas Land (PT Bumi Serpong Damai) dan Daewoo, Partnership on Residential and Commercial Land Development

in BSD City US$ 867 Juta

5. MoU PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan ExxonMobil, on Cross-Border Carbon Capture and Storage (CCS) Cooperation :

US$ 3 Miliar

6. MoU PT Fortuna Integritas Mandiri & Dunamu, Advancing Indonesia's Digital Asset Ecosystem : Not Announced

7. MoU Danantara dan Korea Eximbank, Strategic Investment Cooperation In Indonesia : Not Announced

8. MoU Danantara dan Korea Overseas Infrastructure & Urban

Development Corporation (KIND), Strategic Investment Cooperation In Indonesia : Not Announce

9. MoU KADIN dan Korea Chamber of Commerce and Industry

(KCCI), Strategic Cross-Chamber Cooperation : Not Announce

10. MoU KADIN Jakarta dan KCCI Incheon : Not Announce

11. LoI Ecopro, Investment in the Integrated Secondary Battery Material Value Chain : Not Announced

12. Announcement Sambu, Backpack Manufacturing Plant Investment : US$ 7,35 juta

13. Announcement Dorco, Razor Manufacturing Plant Investment US$ 54 juta

14. Announcement E3 Mobility, Eco-Friendly Transportation US$ 20 juta

15. LoI (Letter of Intent) POSCO, Phase 2 Expansion of the PT Krakatau POSCO : US$ 4 miliar

16. MoU PT Pertamina dan POSCO, Low Carbon Technology US$ 1,01 miliar

17. LoI KCC Glass Copper Cathode Procurement : US$ 800 juta

10 MoU Antar Lembaga Pemerintah

Tidak hanya itu, saat pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung juga menyaksikan pertukaran nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) usai pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/3/2026).

Penukaran nota kesepahaman itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani.

Berikut daftarnya :

1. MOU on Establishing the Special Comprehensive Strategic

2. MOU on Economic Cooperation 2.0

3. MOU on Cooperation in Critical Mineral Partnership

4. MOU on Cooperation in Digital Development

5. MOU on Cooperation on AI for Basic Health and Human Development

6. MOU on Strengthening Cooperation in the Field of Clean Energy

7. MOU on Cooperation in the Field of Carbon Capture and Storage (CCS)

8. MOU on Cooperation in the Field of the Offshore Plant Service Industry

9. MOU on Intellectual Property Protection and Enforcement Cooperation

10. MoU on Financial Cooperation (Danantara-Exim Bank of Korea)

(emy/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |