Prabowo Target Tak Impor BBM Dalam 2 Tahun, Segini Kebutuhan-Impor RI

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia untuk tidak perlu lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan. Hal ini didukung dengan ditutupnya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menyumbang 20% pemakaian BBM secara nasional.

"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu kita akan tutup pembangkit listrik tenaga diesel 13 buah yang di PLN, akan kita tutup," terang Prabowo dalam peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk. di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Dengan menutup pembangkit diesel itu, kata Prabowo, Indonesia bisa menghemat pemakaian minyak hingga 200.000 barel minyak per hari (bph). Karena maklum, Indonesia saat ini adalah negara net importir minyak yang tercatat mencapai 1 jutaan barel per hari.

"Kita masih perlu impor 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita langsung menghemat 20%. Dengan nanti 100 GW kita juta akan menghemat sangat-sangat besar, mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali," tandas Prabowo.

Lantas, seberapa banyak impor dan kebutuhan BBM di Indonesia saat ini? Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tahun 2025 posisi impor BBM jenis bensin masih mendominasi atau sekitar 60,18% dan mengalami penurunan di awal tahun tahun 2026 menjadi 59% dari kebutuhan.

Saat ini, porsi impor bensin yang paling dominan masih berasal dari Singapura, Malaysia, dan Oman.

Sementara itu, untuk minyak solar, kebutuhan relatif meningkat namun impor berhasil ditekan dari 12,17% di tahun 2025 menjadi hanya 6,26% di tahun 2026 atau sampai dengan Februari 2026.

Adapun, porsi impor solar yang paling dominan masih berasal dari Singapura, Malaysia, dan Taiwan.

Data Konsumsi Bensin-Solar

Berdasarkan data Ditjen Migas Kementerian ESDM, pada tahun 2025 konsumsi BBM jenis bensin mencapai 36,86 juta kiloliter (KL). Sedangkan pada tahun 2026 per bulan Februari konsumsi bensin sudah menginjak angka 5,88 juta KL.

Tercatat, hingga Februari 2026 kebutuhan bensin nasional tercatat mencapai 99.661 KL per hari. Di mana jenis bensin bersubsidi atau JBKP menyerap 74.407 KL per hari, sedangkan jenis bensin non subsidi atau JBU sebanyak 25.254 KL.

Kondisi berbeda terjadi pada sektor BBM jenis solar, di mana konsumsi harian nasional mencapai 111.356 KL per hari pada periode yang sama. Meski permintaan solar bersubsidi (JBT) naik menjadi 52.373 KL per hari, sedangkan pada solar non subsidi (JBU) sebanyak 58.983. pemerintah mengklaim porsi impor berhasil ditekan tajam menjadi satu digit.

Pada tahun 2025 konsumsi BBM jenis solar mencapai 40,49 juta kiloliter (KL). Sedangkan pada tahun 2026 per bulan Februari konsumsi solar sudah menginjak angka 6,57 juta KL. 

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |