RI "Kuasai" 3 Jalur Perdagangan Global, Jika Ditutup Matilah Dunia

3 hours ago 4

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

09 April 2026 17:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan gangguan di Selat Hormuz telah menunjukkan betapa besarnya dampak sebuah jalur laut terhadap perdagangan dan ekonomi dunia. Ketika satu selat saja bisa membuat harga energi bergejolak dan pasar global terguncang, Indonesia sesungguhnya juga memegang posisi yang tak kalah strategis dalam lalu lintas perdagangan dunia.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki banyak selat yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan energi, khususnya bagi negara-negara Asia Timur.Prabowo menegaskan sekitar 70% kebutuhan energi Asia Timur melintasi laut-laut Indonesia.

"Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar, dan sebagainya itu di Laut Indonesia. Sadarkah kita, betapa pentingnya Indonesia, sadarkah kita betapa kuncinya Indonesia, 70% energi Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, Filipina," kata Prabowo dalam acara Taklimat Presiden RI pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa posisi Indonesia bukan sekadar penting secara geografis, tetapi juga krusial dalam rantai pasok energi dan perdagangan kawasan.

Lalu, seberapa penting sebenarnya tiga selat utama di Indonesia tersebut? Di sinilah letak peran besar Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar dalam menopang arus energi dan perdagangan dunia.

Selat Malaka

Selat Malaka merupakan salah satu jalur laut paling penting di kawasan. Selat ini menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik melalui Laut China Selatan, sekaligus menjadi rute laut terpendek dari kawasan Teluk Persia menuju pasar-pasar utama di Asia. Karena itu, Selat Malaka selama ini menjadi jalur utama bagi arus energi dan barang ke Asia Timur.

Besarnya peran Selat Malaka terlihat dari tingginya lalu lintas kapal yang melintas di jalur ini.

Dalam setahun, sekitar 82 ribu kapal melewati Selat Malaka. Bukan hanya itu, lebih dari 40% perdagangan global juga melintasi jalur ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa Selat Malaka bukan sekadar jalur pelayaran biasa, melainkan salah satu urat nadi perdagangan dunia.

Dari sisi energi, peran Selat Malaka juga sangat besar. Menurut EIA, lebih dari 20 juta barel minyak dan petroleum liquids melintasi selat ini setiap hari. Sementara itu, IEA menegaskan bahwa Selat Malaka merupakan salah satu choke point energi paling penting di kawasan. Jalur ini juga sangat vital bagi perdagangan gas, karena Jepang dan Korea Selatan bergantung pada Selat Malaka untuk sebagian pasokan LNG mereka.

Namun, pentingnya Selat Malaka juga dibarengi dengan sejumlah keterbatasan. Jalur ini tidak selalu ideal bagi kapal-kapal tanker berukuran sangat besar. Karena adanya karang dan perairan dangkal di beberapa titik, kapal dengan draft dalam seperti VLCC dan ULCC kerap memilih jalur lain yang lebih aman. Meski begitu, Selat Malaka tetap menjadi jalur utama yang sangat menentukan kelancaran perdagangan dan pasokan energi di kawasan.

Selat Sunda

Selat Sunda yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatra merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Jawa. Dari jalur ini, konektivitas pelayaran juga tersambung ke kawasan Asia yang lebih luas.

Meski Selat Malaka masih menjadi rute utama perdagangan di kawasan, Selat Sunda tetap punya peran penting sebagai jalur alternatif ketika lalu lintas di jalur utama padat atau terganggu.

Ilustrasi Selat Sunda. (Dok. BMKG)Foto: Ilustrasi Selat Sunda. (Dok. BMKG)
Ilustrasi Selat Sunda. (Dok. BMKG)

Peran Selat Sunda tidak bisa dianggap kecil. Jalur ini ikut mendukung pengangkutan energi, komoditas, dan berbagai barang perdagangan. Karena itu, ketika ketegangan geopolitik meningkat atau jalur utama menghadapi gangguan, posisi Selat Sunda menjadi makin penting dalam menjaga kelancaran arus perdagangan.

Selat Sunda juga penting bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi keamanan. Kelancaran pelayaran di jalur ini ikut berpengaruh terhadap stabilitas perdagangan dan ekonomi kawasan. Apalagi, Badan Energi Internasional (IEA) mencatat lebih dari 3 juta barel minyak mentah melintasi Selat Sunda setiap hari.

Namun, Selat Sunda juga memiliki keterbatasan. Jalur ini tidak selalu ideal untuk kapal tanker berukuran sangat besar karena kondisi alamnya. Selain itu, Selat Sunda juga menghadapi risiko gangguan dari faktor non-ekonomi, seperti aktivitas gunung berapi, cuaca, maupun persoalan keselamatan pelayaran.

Hal inilah yang membuat keamanan dan kelancaran jalur ini tetap menjadi perhatian penting. Meski tidak seramai Selat Malaka, Selat Sunda tetap memegang peran strategis. Jalur ini menjadi salah satu penyangga penting dalam sistem pelayaran Indonesia, terutama saat perdagangan regional membutuhkan rute alternatif yang tetap aman dan efisien.

Selat Makassar

Selat makassar merupakan salah satu jalur laut penting di Indonesia yang berada di antara pulau Kalimantan dan Sulawesi. Selat ini memiliki lebar sekitar 100-200 kilometer dan panjang 300 kilometer. Ukurannya yang besar membuat Selat Makassar menjadi salah astu jalur pelayaran yang cukup penting di kawasan.

Kalau Selat Malaka dikenal sebagai jalur utama perdagangan, maka Selat Makassar punya peran penting sebagai jalur pendukung yang juga sangat strategis.

Selat MakassarFoto: Kementerian ESDM
Selat Makassar

Jalur ini menjadi bagian dari lintasan pelayaran yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Asia Timur melalui Laut Sulawesi. Karena itu, Selat Makassar menjadi pintu bagi kapal-kapal dagang dari Australia yang ingin menuju negara-negara Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Keunggulan utama Selat Makassar ada pada kondisi jalurnya yang cocok untuk kapal-kapal besar.

Ketika kapal berukuran besar tidak leluasa melewati Selat Malaka atau Selat Sunda, jalur ini menjadi pilihan penting. Dengan kata lain, Selat Makassar membantu menjaga kelancaran pengangkutan energi dan barang dalam jumlah besar di kawasan.

Jalur ini penting ketika kapal berukuran besar tidak leluasa melewati Selat Malaka atau Selat Sunda. Itu sebabnya, Selat Makassar ikut berperan menjaga kelancaran perdagangan laut di kawasan, terutama untuk pengangkutan energi dan barang dalam jumlah besar.

CNCB INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |