Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengebut proyek pembangunan rusun subsidi Meikarta bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini masih berjalan sesuai rencana.
"Saat ini progres pembangunan masih sesuai rencana dan sudah masuk pada tahapan test pile. Dari total 8.600 pile, saat ini sudah terpasang sebanyak 1.836 pile," kata dia di lokasi dikutip Minggu (31/5/2026).
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap memperhatikan kualitas dan aturan yang berlaku. Pada proyek ini, posisi Kementerian PKP adalah sebagai pembuat kebijakan atau regulator. Untuk pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara, sementara tanah merupakan hibah dari Lippo seluas 30 hektare untuk tiga lokasi pembangunan.
Proyek ini rencananya akan menyediakan total sekitar 141.000 hunian dari tiga lokasi lahan yang telah disiapkan.
"Ini merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memiliki rumah layak di dekat pusat ekonomi dan industri," tambahnya.
CEO Lippo Group James Riady usai Rapat Koordinasi Menteri PKP dengan Asosiasi Pengembang Perumahan, BP Tapera dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman) Foto: CEO Lippo Group James Riady usai Rapat Koordinasi Menteri PKP dengan Asosiasi Pengembang Perumahan, BP Tapera dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/6/2025). (CNBC Indonesia/Arrijal Rahman)
Adapun timeline pembangunan rusun subsidi tersebut dimulai dari land clearing pada Februari 2026, kemudian ground breaking pada Maret 2026, dilanjutkan pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dan ditargetkan selesai pada Agustus 2028.
Sementara itu, CEO Lippo Group James Riady menyampaikan pihaknya sangat menantikan masyarakat untuk dapat segera menghuni rusun subsidi tersebut. "Kami sangat menantikan masyarakat yang nantinya akan menghuni rusun subsidi ini. Target kami pembangunan selesai pada Agustus 2028 dan setelah itu akan dilakukan serah terima," ujarnya.
James Riady juga menjelaskan bahwa kawasan sekitar Meikarta merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara. "Kawasan sekitar Meikarta ini merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 50 persen industri di Indonesia berada di sekitar sini dengan ribuan pabrik," jelasnya.
Menurutnya, pembangunan rusun subsidi menjadi solusi penting bagi para pekerja di kawasan industri tersebut. "Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proyek pembangunan di Meikarta memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap pertumbuhan nasional. "Menurut perhitungan kami, proyek di Meikarta ini bisa menyumbangkan sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP sehingga dampaknya sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar James Riady.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan perumahan di Kabupaten Bekasi. "Kami mendukung penuh pembangunan hunian bagi masyarakat, termasuk rusun subsidi, karena kebutuhan rumah di Kabupaten Bekasi terus meningkat," ujarnya.
Ia juga memastikan proses perizinan pembangunan rusun subsidi berjalan lancar. "Saat ini proses perizinan sudah masuk di Dinas Cipta Karya dan seluruh persyaratan sudah terpenuhi 100 persen. Secepatnya akan kami keluarkan surat perizinannya agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat," tegas Asep Surya Atmaja.
(wur/wur)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































