Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
21 January 2026 14:18
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menyentuh level Rp17.000/US$ di pasar non-deliverable forward (NDF) pada Rabu (21/1/2026).
Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan siang ini pukul 13.50 WIB, rupiah di pasar NDF sudah menyentuh level Rp17.000/US$ pada tenor 2 bulan.
Pada tenor yang lebih panjang, rupiah bahkan bergerak lebih lemah. Di kontrak 3 bulan rupiah berada di kisaran Rp17.020/US$ hingga Rp17.032/US$, lalu di tenor 6 bulan berada di kisaran Rp17.080/US$ hingga Rp17.099/US$. Untuk tenor 1 tahun, rupiah berada di kisaran Rp17.227/US$ hingga Rp17.237/US$.
Sementara itu, tenor 1 bulan masih berada sedikit di bawah Rp17.000/US$, yakni di kisaran Rp16.979/US$ hingga Rp16.987/US$.
Posisi rupiah di pasar NDF ini jauh lebih lemah dibandingkan rupiah di pasar spot. Pada waktu yang sama, rupiah di spot masih berada di level Rp16.960/US$.
Sebagai catatan, NDF adalah kontrak derivatif valas yang mirip forward. Bedanya, pada NDF tidak terjadi penyerahan mata uang pokok saat jatuh tempo.
Yang dibayarkan hanya selisih antara kurs yang disepakati di awal kontrak dengan kurs acuan saat jatuh tempo. Karena berbasis selisih, NDF banyak digunakan untuk lindung nilai, terutama ketika pelaku pasar ingin mengunci risiko pergerakan kurs tanpa harus membeli dolar di pasar spot.
Itulah sebabnya, ketika harga rupiah di NDF lebih lemah dari spot, pasar biasanya sedang memberi sinyal kehati-hatian. Pelaku pasar melihat risiko dan ketidakpastian masih tinggi, sehingga permintaan lindung nilai meningkat dan ekspektasi kurs ke depan ikut terdorong lebih lemah.
Foto: Refinitiv
Rupiah NDF
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)

2 hours ago
1















































