SdanP Bilang Utang RI Paling Berisiko Se-ASEAN, Purbaya Jawab Gini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menilai peringkat utang Indonesia paling rentan di Asia Tenggara. Menurut S&P, risiko meningkat seiring lonjakan harga energi dan keterbatasan bantalan fiskal.

Dalam laporan terbaru S&P yang dirilis Selasa (14/4/2026), perusahaan menyoroti potensi tekanan pada peringkat utang Indonesia di antara negara-negara ASEAN. Menurut S&P, risiko meningkat jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama dan gangguan pasokan energi berlanjut. Adapun, peringkat utang Indonesia di S&P saat ini berada di level BBB/Stable/A-2.

Menurut S&P, dibanding beberapa negara berkembang besar lain di Asia Tenggara, indikator kredit Indonesia lebih sensitif terhadap pelemahan posisi fiskal maupun eksternal.

Menjawab hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan bahwa penilaian Itu mengacu pada laporan yang diberikan pada hari sebelumnya sebelum digelarnya pertemuan bersama S&P.

"Waktu itu mungkin mengacu pada laporan yang diberikan hari Senin. Saya kan meetingnya hari Selasa, jadi sepertinya mereka sudah melakukan asesmen ulang dan di hari Selasa ketika saya meeting dengan mereka, mereka memberikan konfirmasi bahwa memang outlook kita tidak berubah, tidak stabil dengan rating BBB," jelas Purbaya.

"Artinya dari situ, kita bukan di posisi yang lemah dari sisi fiskal," sambungnya.

Purbaya pun menyampaikan bahwa S&P akan mengunjungi Indonesia untuk melihat dan menilai kondisi ekonomi Indonesia yang sudah berubah dari sebelumnya.

"Jadi, mereka pandangannya amat positif dari Indonesia," kata Purbaya

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |