Serba-Serbi Penyakit Malaria: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai di Indonesia, terutama di wilayah timur. Penyakit ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga bisa dicegah jika masyarakat memahami penyebab dan cara penularannya.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine menjelaskan, malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama plasmodium yang menyerang sel darah merah manusia.

Parasit ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Ketika seseorang terinfeksi, gejala awal yang muncul biasanya berupa demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hingga nyeri otot dan berkeringat.

"Malaria ini ditularkan melalui nyamuk, jadi faktor lingkungan sangat berpengaruh," ujar Prima dalam temu media memperingati Hari Malaria Sedunia 2026 secara daring, Kamis (30/4/2026).

Siapa yang Paling Berisiko?

Kelompok yang berisiko tinggi tertular malaria adalah mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis, seperti wilayah dengan kasus malaria tinggi. Selain itu, risiko juga meningkat pada orang yang tinggal di dekat genangan air atau lingkungan yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Rumah dengan ventilasi terbuka tanpa pelindung, serta aktivitas di luar ruangan pada malam hari, juga menjadi faktor yang meningkatkan kemungkinan tertular.

Dari Mana Nyamuk Malaria Berasal?

dr. Prima menjelaskan, nyamuk Anopheles biasanya berkembang biak di air yang tenang atau tergenang, seperti di sawah, parit, tambak terbengkalai, hingga kubangan air di lingkungan sekitar.

"Tempat-tempat tersebut menjadi lokasi ideal bagi jentik nyamuk untuk tumbuh sebelum menjadi nyamuk dewasa yang bisa menularkan malaria," kata ia.

Cara Mencegah Malaria

dr. Prima menekankan, pencegahan malaria tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif masyarakat. Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

- Membersihkan lingkungan dari genangan air
- Memastikan saluran air mengalir lancar
- Menggunakan kelambu saat tidur
- Memakai lotion anti-nyamuk atau repellent
- Memasang kasa pada ventilasi rumah

Selain itu, masyarakat juga bisa menebarkan ikan pemakan jentik atau menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai dan lavender. Meski terlihat sederhana, langkah-langkah tersebut sangat penting untuk memutus rantai penularan malaria.

Kendati demikian, malaria bukan penyakit yang bisa dianggap sepele karena tetap berisiko menyebabkan kematian, terutama jika terlambat ditangani atau sudah memasuki tahap komplikasi.

Pemerintah pun menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030, namun keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |