Survei Terbaru: Approval Rating Trump Terjun ke Minus, BBM Jadi Sebab

3 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

28 May 2026 20:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak 493 hari menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, tingkat popularitas Donald Trump kini berada di titik terendah sejak polling YouGov dan The Economist dimulai pada 2009.

Data terbaru menunjukkan net approval rating Trump berada di angka (minus) -24, turun 1,9 poin dibanding pekan sebelumnya. Artinya, hanya 34% warga Amerika yang menyatakan mendukung kinerjanya, sementara 58% tidak setuju, dan 6% lainnya belum menentukan sikap.

Approval rating TrumpApproval rating Trump Foto: Economist

Perang dengan Iran disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk citra Trump di mata publik. Dalam isu kebijakan luar negeri, tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di angka -20. Namun tekanan terbesar justru datang dari sektor ekonomi.

Selain itu, sekitar tiga perempat warga Amerika menilai kondisi ekonomi saat ini cukup buruk atau buruk, sementara 63% responden menilai ekonomi terus memburuk. Situasi ini dinilai dapat menjadi ancaman serius bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

Harga BBM Jadi Sorotan

Kinerja Trump dalam menangani inflasi dan harga-harga menjadi titik terlemah pemerintahannya. Tingkat kepuasan publik untuk isu tersebut tercatat di angka -43, terendah sepanjang masa jabatannya saat ini.

Approval rating by issueApproval rating by issue Foto: Economist

Lonjakan harga bensin menjadi perhatian utama masyarakat. Sebelum konflik Iran pecah, rata-rata harga BBM di Amerika berada di bawah US$3 per galon. Kini angkanya melonjak menjadi US$4,48 galon atau sekitar  Rp 79.600 (US$1= Rp 17780).

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sempat menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan. Namun, pernyataan pemerintah yang dinilai tidak konsisten terkait perang Iran membuat banyak warga Amerika skeptis.

Dukungan Basis Republik Masih Kuat

Meski popularitas Trump menurun, pengaruhnya di internal Partai Republik masih sangat besar.

Dukungan Trump berhasil mengantarkan Ken Paxton, Jaksa Agung Texas yang penuh kontroversi, menang telak dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik untuk kursi Senat.

Sebaliknya, sejumlah politikus Republik yang dianggap melawan Trump justru tersingkir, termasuk Senator Louisiana Bill Cassidy dan anggota Kongres Kentucky Thomas Massie.

Fenomena ini menunjukkan loyalitas kepada Trump masih menjadi faktor penting untuk memenangkan pemilihan internal partai. Namun analis menilai kedekatan dengan Trump juga berpotensi menjadi beban dalam pemilu umum, mengingat tingkat ketidakpuasan publik yang semakin tinggi.

Selain itu, data YouGov juga memetakan tingkat dukungan Trump berdasarkan demografi pemilih.

Pemilih kulit putih dan laki-laki menjadi kelompok yang paling banyak mendukung Trump. Sebaliknya, pemilih muda dan kelompok minoritas etnis menunjukkan tingkat penolakan paling tinggi.

Approval berdasarkan stateApproval berdasarkan state Foto: Economist

Kelompok dengan pendidikan tinggi seperti lulusan universitas dan pascasarjana juga tercatat paling rendah tingkat dukungannya terhadap Trump.

Menariknya, kelompok lansia yang selama ini dikenal sebagai basis tradisional Partai Republik justru menunjukkan sikap yang relatif dingin terhadap Presiden AS tersebut.

Approval berdasarkan demografiApproval berdasarkan demografi Foto: Economist

Isu Paling Penting bagi Warga Amerika

Survei juga menunjukkan adanya perbedaan prioritas isu antara pemilih Partai Republik dan Demokrat. 

Bagi pemilih Republik, isu imigrasi, pajak, dan pengeluaran pemerintah menjadi perhatian utama. Sementara pemilih Demokrat lebih fokus pada layanan kesehatan dan perubahan iklim.

Sejak 2017, isu yang paling dominan dalam opini publik Amerika terus berubah mengikuti kondisi global dan domestik.

Isu penting dalam pemerintahan TrumpIsu penting dalam pemerintahan Trump Foto: Economist

Pandemi Covid-19 membuat kesehatan menjadi perhatian terbesar masyarakat pada masa pemerintahan Joe Biden. Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, inflasi berubah menjadi isu ekonomi paling menentukan dalam politik Amerika.

Kini, isu inflasi tinggi, konflik geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi kembali menjadi ujian besar bagi pemerintahan Donald Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026.

Isu terpenting dalam pemerintahan TrumpIsu terpenting dalam pemerintahan Trump Foto: Economist

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |