Jakarta, CNBC Indonesia - Ketertarikan investor Rusia terhadap investasi di Indonesia mulai berdatangan di tahun 2025 ini. Di tengah tekanan sanksi internasional, Rusia justru semakin agresif mencari mitra baru, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dipandang strategis karena stabilitas ekonomi dan basis industrinya yang terus tumbuh.
"Mereka butuh banyak teman bisnis di seluruh dunia di saat mereka diembargo," ujar Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/1/2026).
Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu tujuan yang dianggap aman sekaligus prospektif bagi investor Rusia. Apalagi, Indonesia saat ini juga tengah membuka pintu lebar bagi investasi baru di sektor industri dan infrastruktur.
"Kebanyakan investor baru masuk ke Indonesia," katanya.
Komunikasi dengan mitra Rusia tidak berhenti di satu pertemuan. Pihaknya bahkan tengah menyiapkan agenda lanjutan untuk memastikan kerja sama yang sudah dirintis bisa segera dieksekusi dalam bentuk proyek konkret. Langkah ini dinilai penting agar kerja sama tidak hanya berhenti di atas kertas.
"Rencana bakal ke Rusia lagi untuk menindaklanjuti kerja sama, jadi kita mau berangkat lagi ke Rusia," ungkap Ma'ruf.
Meski demikian, Ma'ruf masih enggan membuka detail nilai investasi yang tengah digarap. Ia menegaskan bahwa sejumlah kesepakatan telah dicapai, namun masih terikat perjanjian kerahasiaan. Yang pasti, jumlah proyek yang disepakati tidak sedikit dan dinilai cukup signifikan bagi peta investasi tahun ini.
"Soal investasinya berapa masih NDA (non-disclosure agreement/ Perjanjian Kerahasiaan), kita nggak bisa sebutin, tapi sudah deal. Ada 10 yang di deal tahun ini," sebutnya.
Tak berhenti di situ, sektor-sektor yang dibawa investor asing juga tergolong bernilai tambah tinggi. Pemerintah dan pengelola kawasan berharap investasi ini bisa memperkuat struktur industri nasional. Dengan masuknya pemain baru, peta industri Indonesia diperkirakan akan semakin beragam.
"Ada drone, ada farmasi, ada kapal, yacht, gitu," katanya di Kemenperin kemarin.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3















































