Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tuntaskan pembangunan Hunian Sementara 1 (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Upaya ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan rasa aman, martabat, serta aktivitas sosial-ekonomi warga pascabencana.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyelesaian huntara sebelum Bulan Ramadhan menjadi prioritas agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Saat meninjau Huntara Aceh Tamiang, Selasa (20/1/2026), Menteri Dody menekankan bahwa percepatan pembangunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan kenyamanan masyarakat menjalani ibadah.
"Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadhan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan maksimal," ujar Menteri Dody dikutip Rabu (21/1/2026).
Sebagai mitra strategis Kementerian PU, WIKA berperan aktif di Pembangunan hunian sementara melalui penerapan metode konstruksi modular MOLI (Modular Lite) dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) yang memungkinkan pembangunan berlangsung cepat dan efisien di tengah kondisi pascabencana. Pendekatan ini meminimalisir penggunaan alat berat sekaligus mempercepat waktu pengerjaan agar bisa segera dihuni oleh masyarakat terdampak.
Huntara 1 Kementerian PU di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang kini siap untuk dihuni oleh 84 kepala keluarga atau sekitar 336 jiwa. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi sebagai ruang hidup yang mendukung aktivitas sehari-hari warga, dengan dilengkapi fasilitas MCK, mushola, area komunal, serta sistem sanitasi serta air bersih yang memadai.
Seiring kepastian hunian, dampak sosial-ekonomi mulai dirasakan masyarakat. Anak anak kembali memiliki lingkungan bermain dan belajar yang lebih kondusif, keluarga dapat beristirahat dengan layak, serta aktivitas ekonomi secara perlahan mulai bangkit. Lingkungan yang tertata dengan baik juga menghidupkan kembali rasa aman dan nyaman bagi warga setelah berbulan-bulan berada di pengungsian.
Arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak semata berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketenangan dan kualitas hidup masyarakat, menjadi landasan utama pelaksanaan program ini. Menteri Dody menegaskan bahwa huntara merupakan bagian dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat terutama menjelang Ramadhan.
"Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana," tambah Menteri Dody.
Sejalan dengan upaya tersebut, WIKA juga mendukung pembangunan Huntara 2 di Aceh Tamiang yang dirancang lebih adaptif terhadap kondisi iklim, termasuk penggunaan lapisan aluminium foil pada atap untuk meredam panas. Desain ini diharapkan menciptakan hunian yang lebih sejuk dan nyaman, sekaligus membantu mengurangi beban fisik dan psikologis warga selama masa transisi menuju hunian tetap.
"Percepatan pembangunan huntara di Aceh Tamiang diharapkan menjadi fondasi awal pemulihan kehidupan masyarakat, tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga membuka kembali harapan untuk bangkit, berdaya, dan menata masa depan dengan lebih baik", ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1















































