Waduh, RI Dihadapkan Penurunan Alami Produksi Minyak Hingga 24%

59 minutes ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membeberkan saat ini perusahaan dihadapkan dengan penurunan produksi minyak mentah secara alamiah atau natural decline yang mencapai rata-rata 24% per tahun.

CEO PHE Awang Lazuardi menyebutkan jika tidak ada intervensi dan kerja keras di lapangan, produksi migas Indonesia akan merosot secara otomatis setiap tahunnya. Bahkan tidak hanya minyak, produksi gas bumi nasional saat ini juga diperhitungkan bisa merosot rata-rata 21% per tahunnya.

"Perlu kita paham bahwa untuk bisnis migas kita harus melawan atau tantangan natural decline di mana rata-rata natural decline kita untuk minyak adalah 24% sedangkan gas 21%," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Atas hal ini, PHE terus mendorong kegiatan eksploitasi produksi migas untuk menyeimbangkan penurunan produksi yang terjadi. Hal itu juga didasari oleh target lifting yang sudah ditetapkan pemerintah setiap tahunnya.

"Ini artinya apa, jika kita tidak melakukan apa-apa istilahnya tidak ada effort untuk melakukan menahan decline maka produksi kita secara natural setiap tahun untuk minyak akan turun 24% sedangkan untuk gas akan turun sebesar 21%," kata Awang.

Sebagai mitigasi, perusahaan menyiapkan ribuan aktivitas operasional untuk menjaga performa sumur. Upaya yang dilakukan mencakup pengeboran pengembangan sumur baru, perbaikan sumur (workover), hingga berbagai tindakan intervensi teknis lainnya.

"Di mana untuk melawan atau menahan decline tersebut tentunya kita banyak melakukan beberapa pekerjaan. Di antaranya ada yang di sebelah kanan itu yaitu kita melakukan pemboran pengembangan atau eksploitasi hampir 900 sumur dengan workover hampir 1.300 aktivitas dengan well intervention sebesar lebih dari 37.000," paparnya.

Perusahaan juga terus mengoptimalkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) baik melalui injeksi uap maupun kimia pada lapangan-lapangan matang (mature fields). Strategi tersebut diharapkan tidak hanya sekadar menahan laju penurunan, tetapi juga memberikan tambahan volume produksi secara berkelanjutan.

"Akan tetapi aset-aset yang sekarang sudah berproduksi tentunya kita tetap usahakan untuk tetap meningkat produksinya bukan hanya untuk melawan decline-nya. Melalui apa? Melalui pekerjaan multistage fracturing, melakukan pengembangan Enhanced Oil Recovery baik menggunakan steam maupun mengenakan chemical injection," pungkas Awang.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |