Jakarta, CNBC Indonesia - Aturan pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini dibuat lebih longgar. Jika sebelumnya masyarakat hanya bisa membeli maksimal 2 kantong per orang, kini porsinya ditambah menjadi maksimal 5 kantong per orang.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, ada dua alasan utama di balik kebijakan ini. Pertama, karena tingginya permintaan masyarakat terhadap beras SPHP. Kedua, stok beras Bulog saat ini dinilai cukup melimpah sehingga penyaluran bisa dipercepat.
"Ya karena banyak animo dari masyarakat pengennya beli banyak gitu lho. Nggak sedikit, itu yang pertama. Kemudian yang kedua juga stok kita kan banyak, jadi biar cepat habis lah," kata Rizal saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Rizal memastikan masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP dengan porsi baru tersebut melalui berbagai jalur distribusi. Adapun penyaluran tidak hanya dilakukan lewat pasar tradisional, tetapi juga menyasar kanal ritel modern.
"Semuanya, sampai (ritel modern). Jangankan di ritel modern, di mana-mana boleh," ujarnya.
Di tengah rencana memasuki musim panen raya yang diprediksi mulai Februari mendatang, Bulog juga menegaskan kebijakan ini tidak akan membuat harga beras jatuh. Rizal mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi pengaturan volume penyaluran agar tetap menjaga keseimbangan pasar.
Ia menjelaskan, untuk wilayah sentra produksi pangan seperti Jawa, Lampung, Sumatra, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), penyaluran SPHP akan dikurangi saat panen raya berlangsung. Sementara untuk daerah di luar sentra produksi, distribusi tetap berjalan normal.
"Nah itu SPHP-nya nanti pada saat sentra produksi pangan panen, itu kita kecilkan kayak mengecilkan volume aja gitu. Nanti begitu musim tanam lagi kan kita gedein lagi volumenya," jelasnya.
Rizal pun menegaskan Bulog sudah siap menjalankan penyaluran SPHP dengan aturan terbaru ini, karena seluruh jaringan distribusi sudah berjalan.
"Sudah siap kita, nggak ada masalah, kan memang sudah tergelar semuanya. Jadi sekarang tidak dibatasi 2 pak (kantong) lagi, tapi boleh jadi 5 pak seperti itu," pungkas Rizal.
(mij/mij)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1















































