Jakarta, CNBC Indonesia - Nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dihimbau untuk terus waspada terhadap kejahatan digital atau siber. Salah satunya adalah modus smishing atau melalui pesan singkat SMS.
Smishing merupakan teknik kejahatan digital yang digunakan pelaku untuk mencuri data perbankan dengan mengirim pesan singkat yang menyerupai komunikasi resmi dari pihak perbankan. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan menggunakan nomor pengirim yang menyerupai layanan pelanggan bank untuk meyakinkan korban.
Modus smishing umumnya mengandung tautan yang jika diklik, akan mengarahkan korban ke situs palsu yang dirancang menyerupai laman resmi perbankan. Situs tersebut akan meminta informasi seperti nomor kartu, PIN, kode OTP, masa berlaku kartu, CVC/CVV, user ID, dan password, yang dapat digunakan pelaku untuk mengakses rekening nasabah. Jika data tersebut diberikan, akan membuka ruang untuk pelaku kejahatan dapat mengakses rekening nasabah dan melakukan transaksi.
Direktur IT PT Bank rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Saladin D Effendi mengatakan, bahwa salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan. Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP melalui teknik social engineering.
"BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan. Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun," ujarnya dalam siaran pers dikutip Minggu (31/5/2026).
Sampai saat ini memang banyak masyarakat yang dirugikan seperti kehilangan akun, data pribadi, bahkan uang di rekening akibat terjebak tautan palsu atau pesan mencurigakan. Karena itu, penting sekali mengerti soal penipuan atau kejahatan siber seperti smishing.
Jika menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah disarankan untuk tidak menanggapi atau meng-klik tautan yang disertakan dan selalu mengaktifkan notifikasi transaksi melalui aplikasi BRImo, SMS, ataupun Whatsapp Resmi BRI agar dapat langsung mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Selain itu, nasabah diharapkan untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk modus penipuan digital dan tidak memberikan informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Berikut tips menghindari Smishing
1. Jangan asal klik link dengan memastikan link berasal dari sumber resmi sebelum membukanya.
2. Cek website resmi
3. Ingat! jangan berikan password, PIN, dan OTP
4. Ganti password dan PIN secara berkala
5. Paling penting adalah edukasi diri dan keluarga karena banyak korban phishing berasal dari kurangnya literasi digital. Edukasi menjadi benteng utama melawan penipuan online.
6. xSegera lakukan perubahan password atau PIN BRImo serta ATM apabila terdapat indikasi bahwa informasi perbankan tersebut telah dibagikan kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan BRI, nasabah dapat menghubungi layanan di kanal resmi BIR, antara lain:
- Contact BRI di 1500017
- WhatsApp Sabrina di 0812-1214-017
- Website resmi BRI:https://bri.co.id
- Aplikasi mobile banking BRImo
- Kantor cabang BRI di seluruh Indonesia
- Akun media sosial resmi BRI yang telah terverifikasi
(bul/bul)
Addsource on Google

6 hours ago
2

















































