loading...
AS dan Iran berdamai, Mohammad Bin Salman: semua untuk kepentingan bersama. Foto/X/SPA
RIYADH - Kabinet Kerajaan Arab Saudi , yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), menyambut baik kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri operasi militer dan memulai negosiasi yang bertujuan untuk mengamankan kesepakatan permanen.
MBS juga menyampaikan apresiasi atas upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan Qatar untuk membantu memfasilitasi kesepakatan tersebut.
Kabinet menegaskan kembali pentingnya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz ke kondisi yang ada sebelum 28 Februari, hari pertama perang.
Melansir Al Arabiya, MBS menyatakan harapannya agar perdamaian dapat dicapai dengan cara yang memperkuat keamanan baik di kawasan maupun di dunia yang lebih luas, sambil mempertimbangkan kepentingan keamanan negara-negara regional dan menghormati urusan internal mereka.
Pada pertemuan di Jeddah, Kabinet juga menyambut baik pernyataan yang dikeluarkan oleh para ahli Dana Moneter Internasional (IMF) setelah selesainya konsultasi Pasal IV IMF tahun 2026 dengan Arab Saudi. Pernyataan tersebut menyoroti ketahanan ekonomi Saudi dan kemampuannya untuk menghadapi perkembangan regional, yang didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, cadangan yang cukup, infrastruktur yang beragam, dan kelanjutan reformasi di bawah Visi 2030.
Kabinet meninjau hasil diskusi dan konsultasi yang diadakan dalam beberapa hari terakhir antara Arab Saudi dan sejumlah "negara sahabat dan saudara." Menurut MBS, keterlibatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan memperluas kerja sama bilateral dan multilateral di berbagai bidang dengan cara yang melayani kepentingan bersama, memberikan manfaat bersama, dan mendukung upaya keamanan dan stabilitas regional dan internasional.
Kabinet juga menyambut baik terpilihnya Riyadh sebagai markas besar kantor pertama yang didedikasikan untuk keamanan siber di Institut Pelatihan dan Penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNITAR). Kabinet menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan kepemimpinan Arab Saudi di bidang keamanan siber dan dibangun di atas upaya dan inisiatif Kerajaan untuk meningkatkan stabilitas dunia maya sekaligus mendukung kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, keraguan berputar-putar di sekitar kesepakatan sementara AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dengan peringatan bahwa pengiriman dan ekspor energi dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa teks tersebut akan segera dipublikasikan.
Kesepakatan sementara tersebut akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh yang diumumkan pada bulan April selama 60 hari lagi dan membuka kembali Selat Hormuz, yang secara efektif telah diblokir Iran sejak AS dan Israel menyerang Iran pada bulan Februari.
Trump mengatakan teks kesepakatan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir, dan kesepakatan lengkap akan dipublikasikan secara resmi dalam beberapa hari mendatang.
Berbicara pada pertemuan G7 di Prancis, Trump menambahkan bahwa ia menyukai gagasan untuk mengirimkan kesepakatan Iran ke Kongres untuk ditinjau, sebuah permintaan dari beberapa anggota parlemen Republik.












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)