Raksasa Teknologi Tumbang, Investor Kompak Buang Saham

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan perangkat lunak (software) Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan Kamis (9/4) setelah kekhawatiran dampak kecerdasan buatan (AI) kembali menghantui pasar.

Pemicunya karena pembaruan model AI milik Anthropic yang dinilai berpotensi mengguncang industri software. Investor tercatat telah membuang saham sektor ini sepanjang tahun.

Ketakutan utama muncul dari kemampuan AI yang semakin canggih dan dapat mengotomatisasi banyak pekerjaan manusia, sehingga berpotensi menjadi ancaman bagi model bisnis perusahaan perangkat lunak tradisional.

Tekanan tersebut terlihat dari kinerja indeks S&P 500 Software and Services yang sudah turun 25,5% sejak awal tahun, termasuk pelemahan 2,6% pada Kamis.

Sebelumnya, optimisme gencatan senjata AS-Iran sempat meredakan kekhawatiran pasar. Namun kondisi yang dinilai rapuh membuat investor kembali fokus pada risiko sektor teknologi.

"Kami kembali khawatir terhadap isu spesifik sektor perangkat lunak yang berasal dari AI dan kredit swasta yang kembali mencuat," kata Steve Sosnick, kepala analis pasar di Interactive Brokers, dikutip dari Reuters, Jumat (10/4/2026).

Kekhawatiran meningkat setelah Anthropic meluncurkan model AI terbaru bernama Claude Mythos. Model tersebut disebut sangat kuat, namun tidak dirilis secara luas karena dikhawatirkan dapat mengungkap celah keamanan siber yang telah lama tersembunyi.

Hanya sekitar 40 raksasa teknologi, termasuk Microsoft dan Google, yang mendapatkan akses awal ke model tersebut.

"Jika Mythos sekuat itu dan mengungkap kerentanan yang sudah ada selama bertahun-tahun, ini menunjukkan dua hal, yakni kelemahan perangkat lunak saat ini dan bahwa AI masih membuat kemajuan luar biasa dibandingkan perusahaan perangkat lunak lama," ujar Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading.

Tekanan langsung terlihat pada saham perusahaan keamanan siber. Cloudflare, Okta, CrowdStrike dan SentinelOne masing-masing anjlok antara 4,9% hingga 6,5%.

Zscaler bahkan menjadi salah satu penurunan terbesar di indeks S&P 500 setelah merosot 8,8%. Penurunan terjadi setelah BTIG menurunkan rekomendasi saham menjadi "netral" dari sebelumnya "beli" karena kekhawatiran permintaan dan meningkatnya persaingan.

Saham perusahaan perangkat lunak lain juga ikut terpukul. Atlassian, Workday, Adobe, Salesforce hingga Intuit tercatat turun antara 3,7% sampai 6,8%.

Tekanan tidak hanya terjadi di pasar saham. Kekhawatiran juga merembet ke sektor kredit swasta, karena investor mulai meninjau ulang pinjaman kepada perusahaan teknologi di tengah ketidakpastian pertumbuhan.

Saham Carlyle Group turun 1,5% setelah dana kredit swasta andalan perusahaan tersebut terkena gelombang penarikan dana. Sentimen negatif juga menjalar ke Eropa.

Saham SAP Global, Capgemini dan Temenos masing-masing melemah antara 3% hingga 7%.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |