Rehabilitasi 95 Ha Sawah Rusak Berat di Pidie Akibat Bencana Ditargetkan Rampung 30 Hari

5 hours ago 3

loading...

Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA, mengunjungi di Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Aceh. Foto/istimewa

ACEH - Penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie terkait sawah rusak berat menunjukkan progres sigap dan terukur. Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menjadikan wilayah ini sebagai pilot project rehabilitasi lahan pertanian yang mengalami kerusakan parah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA, usai melakukan kunjungan lapangan di Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Jumat, 3 September 2026. Berdasarkan data, total luasan sawah rusak berat di Kabupaten Pidie mencapai 95 hektare

“Satgas PRR telah mengerahkan alat berat untuk merehabilitasi sawah rusak berat di wilayah ini sebagai pilot project percontohan, mengingat Pidie memiliki luasan dampak yang relatif lebih kecil dibanding wilayah lain,” ujar, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: Pembangunan Bendung Pante Lhong II Aceh Dikebut, Safrizal: Oktober Ditarget Beroperasi

Safrizal menambahkan, keberhasilan penanganan di Pidie nantinya akan dijadikan model acuan yang diajukan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian PU. Model ini dipersiapkan untuk rehabilitasi di kabupaten lain dengan skala lebih luas, seperti Aceh Utara yang mencatat kerusakan hingga 4.800 hektare dan saat ini masih dalam tahap pengkajian kebutuhan anggaran.

Dari total target 95 hektare di Kembang Tanjong, pengerjaan dipastikan tuntas 100% dalam waktu 30 hari. Saat peninjauan dilakukan, progres pekerjaan telah berjalan selama 9 hari dengan lancar. Selain di Blang Cut, pelaksanaan kegiatan yang sama juga sedang berlangsung di Desa Pante Beunot, Kecamatan Tiro, dan Desa Blang Pandak, Tangse.

Apresiasi atas percepatan ini turut disampaikan oleh Dr. Drs. Agus Susanto, Satgas Kementerian Pertanian di Aceh, yang berasal dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. Menurut Agus, kolaborasi di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri mampu mempercepat pemulihan dampak berat hidrometeorologi.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |