Sah! PTBA Kantongi Persetujuan Produksi Batu Bara 49,5 Juta Ton 2026

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Perusahaan menyatakan bahwa usulan target produksi yang diajukan telah disetujui sepenuhnya oleh pemerintah sebesar 49,5 juta ton.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengungkapkan bahwa persetujuan RKAB sudah dikantongi sejak awal bulan Maret lalu. Ia menegaskan bahwa operasional perusahaan akan berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun untuk tahun ini.

"Bapak, Ibu, kawan-kawan sekalian, memasuki tahun 2026 kami juga bersyukur bahwa per tanggal 6 Maret kemarin RKAB perseroan telah disetujui tanpa adanya pengurangan volume yang kami usulkan," ujar Arsal dalam paparan kinerja perusahaan, di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Berdasarkan RKAB yang telah disetujui tersebut, PTBA menetapkan target produksi dan penjualan batu bara hampir mencapai 50 juta ton. Volume tersebut diharapkan mampu dicapai dengan optimal, sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip good mining practice.

"Berdasarkan RKAB tersebut perseroan menargetkan volume produksi dan penjualan ini sekitar hampir 50 jutaan atau 49,5 juta tapi kami harapkan nanti bisa mencapai 50 dengan fokus strategi tentunya pada peningkatan efisiensi serta optimalisasi portofolio bisnis," tambahnya.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu, PTBA berhasil memproduksi batu bara sebanyak 47,2 juta ton atau mengalami peningkatan sekitar 9%. Sementara untuk volume penjualan tercatat sebesar 45,4 juta ton dengan porsi mayoritas sebesar 54% dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Oleh karena itu, ke depan tahun 2026 ini kami tetap optimis dan juga tentunya menjunjung prinsip kehati-hatian," tandasnya.

Target Batu Bara RI

Untuk sektor batu bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memangkas produksi pada 2026 menjadi kurang lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790 juta ton.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemangkasan target produksi ini ditujukan guna mendorong harga batu bara kembali naik dan menjaga cadangan batu bara ke depannya.

Menurut dia, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514 juta ton batu bara atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga batu bara.

"Akibatnya apa supply and demand tidak terjaga, artinya harga batu bara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," ujar Bahlil, dikutip Senin (19/1/2026).

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |