Tarif Trump Ganas, Bursa Asia hingga Wall Street Kebakaran

18 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia kompak berada di zona merah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor yang lebih besar dan berpotensi menciptakan perang dagang, Jumat (4/5/2025).

Indeks Nikkei Tokyo turun 1,8% ke 34.108,23, menambah penurunan 2,77% pada hari Kamis. Indeks Topix yang lebih luas turun 2,3%, setelah turun 3,08% pada hari sebelumnya. Saham teknologi, khususnya yang terkait dengan chip melaporkan kinerja terburu. Advantest dan Tokyo Electron turun masing-masing 7% dan 4%.

Hang Seng turun 1,52% ke 22.849,81 dan di Singapura, STI turun 2,7%. Dari Korea Selatan, KOSPI anjlok 1,5% ke 2.449,31 dan S&P/ASX 200 Australia turun sebanyak 2%.

Kejatuhan bursa Asia seiring dengan ambruknya Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis (4/4/2025) waktu AS atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Wall Street mencatat kinerja terburuk sejak krisis pandemi Covid-19 pada 2020.

Indeks S&P jeblok 274,45 poin atau 4,84% dan ditutup di 5.396,52. Dow Jones Industrial Average anjlok 1.679,39 poin, atau 3,98%, ke 40.545,93. Pergerakan ini juga menandai sesi terburuknya sejak Juni 2020.

Nasdaq Composite merosot 5,97% dan berakhir di 16.550,61, mencatat penurunan terbesar sejak Maret 2020. Penurunan di seluruh ekuitas terjadi di hamper semua saham dan sektor, dengan lebih dari 400 konstituen S&P 500 mengalami kerugian.

Bursa saham Eropa mengalami hari terburuk dalam delapan bulan pada Kamis kemarin. Indeks Stoxx Europe 600 anjlok 2,6%, CAC 40 Prancis turun 3,3%, DAX Jerman melemah 3%, dan OMXC25 Denmark jatuh 2,4.

Bank-bank Eropa, yang sebelumnya memimpin reli tahun ini, menjadi sektor yang paling terpukul dengan penurunan 5,5%. Industri otomotif juga mengalami tekanan besar, memperpanjang kerugian sepanjang tahun menjadi 7,2%, setelah tarif baru Trump terhadap impor mobil ke AS mulai berlaku setelah tengah malam waktu Washington.

Prancis dan Jerman berencana mendorong tarif yang lebih agresif guna memperkuat posisi negosiasi Uni Eropa. Eskalasi dramatis dalam perang dagang global yang dipicu oleh Trump berpotensi menghapus sebagian besar ekspansi ekonomi zona euro yang diproyeksikan oleh Bank Sentral Eropa untuk tahun ini dan tahun depan.

Trump pada Kamis kemarin mengumumkan jika AS akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% untuk semua negara mulai 5 April. Tarif yang lebih besar akan diberlakukan kepada negara-negara yang memberlakukan tarif lebih tinggi terhadap AS akan dikenakan dalam beberapa hari mendatang.

Pada Kamis,Trump mengatakan dan membandingkan kejatuhan pasar serta, penerapan tarif dengan "sebuah operasi, seperti ketika seorang pasien dioperasi.

(mkh/mkh)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |