Jakarta -
Pada stadium awal, penyakit ginjal biasanya tidak memicu gejala apapun. Walhasil, tanpa adanya perubahan gaya hidup dan pengobatan dini, pasien mulai mengalami gejala urine berbusa, pembengkakan, juga kelelahan.
Sekitar 9 dari 10 orang dewasa di AS dengan penyakit ginjal kronis tidak mengetahui kondisi mereka sampai benar-benar berada di stadium lanjut. Pada tahap awal, seringkali pasien merasa tubuh masih sehat.
Pada beberapa kasus, gejala-gejala berikut juga bisa terjadi di tahap awal, dikutip dari Healthline:
1. Urine berbusa
Salah satu gejala awal penyakit ginjal adalah protein yang bocor ke dalam urine. Kondisi ini disebut proteinuria.
Tanda-tanda proteinuria termasuk busa atau gelembung yang terus-menerus dalam urine. Air seni berbusa mungkin memiliki beberapa lapisan gelembung kecil hingga sedang yang memerlukan beberapa kali pembilasan untuk membersihkannya dari toilet.
Ini berbeda dari air seni normal, yang mungkin memiliki satu lapisan gelembung besar yang cepat menghilang.
2. Sering pipis di malam hari
Penumpukan cairan berlebih dapat menyebabkan buang air kecil berlebihan di malam hari. Kondisi ini disebut nokturia.
Sering terbangun di malam hari juga dapat mengganggu tidur, yang menyebabkan insomnia dan kelelahan.
3. Pembengkakan
Ketika ginjal tidak dapat membersihkan cairan dan limbah ekstra dari tubuh, kamu mungkin mengalami pembengkakan, atau edema. Pembengkakan dapat terjadi di kaki, telapak kaki, atau pergelangan kaki, dan lebih jarang muncul pada tangan atau wajah.
Selain pembengkakan, beberapa orang mengalami kram otot.
4. Kelelahan
Penyakit ginjal dapat memicu rasa lelah dan lemah. Seseorang juga mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi.
Komplikasi terkait penyakit ginjal adalah anemia, yang juga dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan.
5. Kulit gatal
Selain menyaring darah, ginjal juga mendukung kesehatan tulang dan kadar mineral yang tepat dalam darah. Kulit gatal mungkin merupakan tanda penyakit mineral dan tulang yang terkait dengan penyakit ginjal stadium lanjut.
6. Nyeri tulang atau sendi
Orang dengan penyakit ginjal stadium lanjut mungkin mengalami nyeri tulang atau sendi. Ginjal bertanggung jawab untuk menyaring dan menjaga mineral dan hormon tertentu yang penting untuk kesehatan tulang.
7. Sesak napas
Beberapa orang dengan gejala penyakit ginjal yang lebih parah mengalami sesak napas, yang juga disebut dispnea. Hal ini dapat terjadi selama aktivitas fisik dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala penyakit ginjal pada stadium lanjut, meliputi:
- nyeri dada
- kulit kering
- gatal
- mati rasa
- mual
- mudah lelah
- sesak napas
- kram otot
- pembengkakan yang semakin parah
- kesulitan berkonsentrasi
- kehilangan selera makan
- perubahan rasa dan bau
- masalah tidur
- mual
- muntah
- penurunan berat badan
Orang dengan penyakit ginjal kronis juga bisa mengalami kondisi lain, seperti anemia, penyakit tulang, dan malnutrisi.
Kapan Harus ke Dokter?
Hubungi dokter atau profesional perawatan kesehatan lainnya jika memiliki gejala yang terus-menerus atau mengkhawatirkan, dan diduga terkait dengan penyakit ginjal. Gejala-gejala tersebut dapat meliputi:
- penurunan berat badan yang tidak disengaja
- nafsu makan yang buruk
- pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan
- sesak napas
- kelelahan
- sering buang air kecil
- Dalam beberapa kasus, kondisi medis lainnya dapat menyebabkan gejala penyakit ginjal.
Dokter dapat mengevaluasi gejala dan kesehatan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.
Penyebab umum penyakit ginjal meliputi:
- tekanan darah tinggi
- diabetes
- kolesterol tinggi
- infeksi ginjal
- radang ginjal, yang dikenal sebagai glomerulonefritis
- kelainan bawaan yang disebut penyakit ginjal polikistik
- penyumbatan aliran urine, seperti dari batu ginjal
- penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
(naf/naf)