Jakarta -
Ramuan untuk memperbaiki fungsi ginjal biasanya berupa tanaman herbal. Ada sederet pilihan herbal yang bisa dicoba lantaran kaya khasiat.
Ginjal berfungsi membantu tubuh terbebas dari racun dan zat-zat yang tidak sehat. Saat fungsi ginjal terganggu, organ tersebut tidak dapat bekerja dengan baik dan membuat racun serta limbah menumpuk hingga memicu berbagai masalah kesehatan.
"Karena hilangnya fungsi organ yang dapat membersihkan darah, akan terjadi penumpukan racun yang menyebabkan mual, kehilangan nafsu makan, retensi air yang memicu pembengkakan," kata Dr Shri Ram Kabra, direktur nefrologi dan kedokteran transplantasi ginjal, Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad.
Selain menyaring darah, ginjal juga berfungsi untuk mengatur tekanan darah, pembentukan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan otot, serta produksi hormon eritropoietin yang bertanggung jawab untuk pembentukan darah.
"Jika tidak diobati, kerusakan pada ginjal dapat bertambah parah dan akhirnya mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal," sambungnya, dikutip dari Hindustan Times.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa ramuan untuk memperbaiki fungsi ginjal yang bisa dicoba:
1. Giloy atau brotowali
Giloy atau di Indonesia dikenal sebagai brotowali berfungsi melindungi ginjal dari toksisitas akibat aflatoksin. Ini disebabkan adanya alkaloid di dalamnya.
Brotowali memiliki sifat antioksidan dan menghancurkan radikal bebas yang dihasilkan selama aflatoksikosis, sehingga mencegah kerusakan ginjal.
2. Ramuan kunyit
Salah satu ramuan untuk memperbaiki fungsi ginjal adalah kunyit. Tanaman herbal ini memiliki sifat antiradang.
Tidak hanya mengurangi risiko infeksi ginjal, saluran kemih, dan pembengkakan, kunyit juga mencegah pembentukan batu ginjal serta meredakan sensasi terbakar saat buang air kecil.
Ramuan dari kunyit juga dapat membuang racun dan asam urat dari tubuh, sehingga mencegah asam urat serta meningkatkan kesehatan ginjal.
3. Ramuan Jahe
Efek antiradang ada jahe dapat membantu mengurangi pembengkakan. Selain itu, ramuan yang terbuat dari jahe juga dapat mengatasi nyeri pada ginjal yang disebabkan infeksi.
4. Jus lemon
Dikutip dari advanced urology institute, jus lemon secara alami bersifat asam dan meningkatkan kadar sitrat dalam urine. Hal ini dapat mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal.
Mengonsumsi jus lemon encer setiap hari dapat mengurangi laju pembentukan batu ginjal, menyaring darah, membuang limbah dan racun, serta melarutkan kristal kalsium oksalat yang merupakan pembentuk batu ginjal.
5. Rendaman air kurma
Air rendaman kurma yang didiamkan selama 24 jam dan kemudian dikonsumsi setelah dibuang bijinya dapat melarutkan dan mengeluarkan batu ginjal. Kurma kaya akan serat, yang membantu mengurangi risiko batu ginjal.
Kandungan magnesium dalam kurma juga dapat membantu membersihkan ginjal.
6. Beberapa jenis teh
Dikutip dari Healthline, sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa minum teh tanpa pemanis dikaitkan dengan risiko terkena penyakit kanker yang rendah. Beberapa teh yang dapat membantu menjaga dan memperbaiki fungsi ginjal, seperti teh hijau dan teh hitam.
7. Jus kemangi
Jus basil atau kemangi ternyata penuh dengan nutrisi. Orang-orang menggunakan ramuan ini sebagai obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan dan peradangan.
Kemangi mengandung antioksidan dan sifat antiperadangan. Sebuah studi di tahun 2020 pada tikus menunjukkan bahwa kemangi dapat membantu mendukung fungsi ginjal. Tetapi, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang pengobatan ini pada manusia.
Untuk mencobanya, gunakan daun kemangi segar atau kering untuk membuat teh dan minum beberapa cangkir setiap hari. Selain itu, bisa juga membuat jus kemangi segar dalam juicer atau menambahkannya ke dalam smoothie.
Tidak diketahui apakah jus kemangi aman dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Tanpa penelitian lebih lanjut, efek jangka panjangnya masih belum jelas.
8. Jus seledri
Seledri digunakan dalam beberapa pengobatan tradisional sebagai obat batu ginjal. Satu studi menemukan rata-rata, peserta wanita dengan batu ginjal mengonsumsi lebih sedikit seledri daripada peserta wanita tanpa batu ginjal.
Perlu diingat bahwa ini hanya hubungan dan tidak membuktikan bahwa kurangnya batu ginjal pada peserta merupakan dampak langsung dari mengonsumsi seledri.
Dan sebuah studi tahun 2019 pada tikus menemukan bahwa ekstrak seledri membantu memecah batu ginjal. Namun, hasilnya mungkin tidak sama pada manusia. Saat ini, belum ada studi pada manusia yang mengonfirmasi efek ini.
Campurkan satu atau lebih batang seledri dengan air, dan minum jusnya. Seperti ekstrak tanaman lainnya, seledri dapat berinteraksi dengan obat atau perawatan lain, yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan baru.
9. Kaldu kacang merah
Kaldu dari kacang merah yang dimasak merupakan hidangan tradisional yang sering dikonsumsi di India. Beberapa orang mengklaim bahwa kaldu ini dapat meningkatkan kesehatan saluran kemih dan ginjal, tetapi hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan apakah obat ini efektif.
Untuk mencobanya, cukup saring cairan dari kacang merah yang dimasak dan minumlah beberapa kali sehari.
Tergantung pada jenis batu ginjal, dokter mungkin menyarankan untuk mengganti sebagian protein hewani dalam makanan dengan protein nabati, yang sumbernya dapat berupa kacang-kacangan.
(sao/naf)