John Cena Kena Kanker Kulit, Begini Gejala yang Kerap Diabaikan

20 hours ago 1

Jakarta -

Aktor Hollywood dan bintang WWE John Cena buka-bukaan soal pengalamannya yang sempat didiagnosis kanker kulit. Ia mengaku selama tumbuh besar di Massachusetts, AS, tidak pernah menggunakan sunscreen atau tabir surya.

Sampai pindah ke Florida, John Cena juga tetap lalai melindungi kulitnya dari sinar matahari.

"Saya keras kepala dan berpikir masalah itu (kanker kulit) tidak akan pernah menimpa saya," katanya yang dikutip dari 7news.

"Dan itu adalah salah satu hal di mana saya terpapar banyak sinar matahari dengan perlindungan yang minimal dan mengalami itu (kanker)," sambungnya.

Pria 47 tahun itu pun melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kulit. Hal itu memaksa Cena untuk lebih memperhatikan penggunaan sunscreen.

"itu baru terjadi setelah saya pergi ke dokter kulit dan menjalani pemeriksaan kulit, serta menghilangkan bintik kanker dari dada kanan saya," tuturnya.

Setelah bintik pertama diangkat, bintik kanker lainnya pun muncul di tubuh Cena. Tepatnya di bagian bahu.

"Setahun kemudian, saya kembali ke dokter dan mengangkat bintik lainnya di dekat bahu kanan. Bintik itu muncul seperti bintik putih di sisi dada dan bahu saya," jelas Cena.

Hasil diagnosis itu pun membuat Cena kini lebih memperhatikan kesehatan kulitnya. Ia semakin mengerti pentingnya melindungi kulit dari sinar matahari dengan penggunaan sunscreen.

Kini, Cena semakin rajin merawat diri salah satunya menggunakan sunscreen harian dengan SPF yang tinggi.

"Itu adalah sesuatu yang harus Anda lakukan untuk menjaga diri untuk waktu yang lebih lama," lanjutnya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, ada beberapa gejala kanker kulit yang kerap diabaikan, yakni:

1. Adanya perubahan pada tahi lalat

Tahi lalat yang bersifat kanker bisa tampak seperti tahi lalat lainnya, tetapi sering kali memiliki beberapa ciri khas. Ciri-ciri yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Tahi lalat yang tidak simetris.
  • Batas tahi lalat tidak jelas atau sedikit kabur.
  • Tahi lalat memiliki warna seperti corak coklat atau hitam putih, merah, biru, atau abu-abu.
  • Diameter tahi lalat terlihat lebih besar dari 6 mm.
  • Tahi lalat mengalami perubahan dan berkembang dari waktu ke waktu.

2. Kulit gatal atau muncul bercak pada kulit

Muncul bercak atau lesi yang terasa sangat gatal. Jika bercak tersebut mengeluarkan cairan, berdarah, atau mulai terlihat berbeda, segera periksakan ke dokter.

3. Kulit bersisik

Terkadang kanker kulit dapat muncul berupa kulit yang bersisik. Bercak tersebut mungkin terasa kasar saat disentuh, dan tidak kunjung membaik meski sudah dioleskan krim. Warnanya juga kerap berbeda dengan kulit bagian lain.

Beberapa kondisi kulit yang lebih umum dapat menyebabkan bercak kasar dan bersisik, seperti keratosis aktinik. Kondisi ini juga disebabkan oleh kerusakan kulit akibat sinar matahari, tetapi terkadang dapat berubah menjadi kanker kulit.

4. Luka yang tidak kunjung sembuh

Banyak hal yang dapat menyebabkan bercak atau luka pada kulit, termasuk bisul atau lesi. Tetapi, kanker kulit juga dapat muncul berupa bercak merah atau pink yang tidak kunjung hilang.

5. Perubahan pada kuku tangan dan kaki

Kanker kulit dapat berkembang di bawah kuku tangan dan kaki. Ketika muncul bintik-bintik atau garis-garis hitam serta perubahan warna di bawah kuku, segera periksakan ke dokter. Bisa jadi karena infeksi jamur atau lebih buruk dari itu.

Saksikan Live DetikSore :


(sao/naf)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |