Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran

6 hours ago 5

loading...

Jenderal (Purn) Frank McKenzie, mantan komandan CENTCOM, sarankan AS rebut Pulau Kharg yang merupakan jantung ekonomi minyak Iran. Foto/NASA

WASHINGTON - Jenderal (Purn) Frank McKenzie, mantan komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), menyarankan Washington untuk merebut Pulau Kharg yang menjadi jantung ekonomi minyak Iran. Menurutnya, pulau itu dapat digunakan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi dengan Teheran.

Saran mantan jenderal tersebut disampaikan dalam acara Face the Nation di CBS News pada hari Minggu saat CENTCOM meluncurkan serangan putaran ketiga terhadap target-target di Iran.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS

Menurut CENTCOM, serangan hari Minggu menghantam sekitar 140 target. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman.

"Itu adalah sesuatu yang harus kita pertimbangkan karena kepemilikan wilayah Iran akan menjadi faktor penting dalam negosiasi masa depan dengan Iran," kata McKenzie.

Komentarnya muncul di tengah aksi saling serang AS dan Iran, yang menimbulkan pertanyaan apakah konflik tersebut memasuki fase yang lebih berbahaya.

Aksi saling serang pada hari Minggu dimulai setelah Iran menyerang kapal dagang berbendera Siprus di Selat Hormuz, membakar kapal tersebut dan memaksa awaknya untuk meninggalkannya. Sebagai respons, AS melancarkan serangan udara terhadap sekitar 140 target di seluruh Iran, yang menurut CENTCOM, mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, gudang amunisi, dan infrastruktur militer lainnya.

Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan setelah serangan hari Minggu: "Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayar."

Pada Senin (13/7/2026) dini hari, AS kembali menyerang wilayah Iran. Ini menjadi serangan putaran keempat terhadap Republik Islam tersebut. Teheran mengecam serangan terbaru ini sebagai kejahatan perang.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |