Generasi Sandwich Terjepit Krisis, Ini Cara Bertahan di Tengah Ketidak

21 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu berbagai faktor, termasuk perang dagang Amerika Serikat di era Donald Trump, berdampak nyata pada banyak negara. Ancaman krisis dan resesi tak hanya mengguncang pasar, tapi juga mengganggu stabilitas finansial masyarakat, terutama mereka yang masuk kategori generasi sandwich.

Istilah "generasi sandwich" merujuk pada kondisi finansial seseorang yang terhimpit tanggung jawab ekonomi antara dua generasi, yaitu orang tua di atas dan anak atau adik di bawahnya. Dengan kata lain, mereka harus mencukupi kebutuhan diri sendiri sekaligus menanggung beban keluarga.

"Beban keuangan mereka jadi berlipat. Selain untuk kebutuhan pribadi, mereka juga bertanggung jawab terhadap orang tua atau generasi di atas, serta generasi di bawahnya," jelas perencana keuangan Sayoga Prasetyo kepada CNBC Indonesia belum lama ini, dikutip Kamis (3/4/2025).

Ada beberapa faktor yang membuat seseorang terjebak dalam situasi ini. Salah satunya adalah kurangnya persiapan dana pensiun oleh orang tua, yang menyebabkan anak harus ikut menanggung beban. Bahkan, meskipun persiapan sudah dilakukan, tanpa perlindungan seperti asuransi, risiko keuangan tetap mengintai.

Faktor lain seperti kurangnya dana pendidikan untuk adik atau anak, juga memperkuat beban yang harus dipikul. Alhasil, pengeluaran mereka sering kali jauh lebih besar daripada pendapatan, berbeda dengan mereka yang tak memiliki tanggungan ganda.

"Orang tua yang tidak mempersiapkan dana pensiun jadi faktor salah satunya. Ada juga yang sudah berusaha menyiapkan dana pensiun, tapi gagal di tengah jalan karena tidak adanya proteksi, seperti asuransi. Selain itu bisa juga karena persiapan dana pendidikan yang kurang baik," sebut Sayoga.

Tips Bertahan untuk Generasi Sandwich

Di tengah naiknya biaya hidup dan tekanan ekonomi, berikut beberapa strategi keuangan yang disarankan oleh Sayoga agar generasi sandwich bisa bertahan:

1. Kendalikan Pengeluaran

Langkah pertama yang paling penting adalah mengelola anggaran secara ketat. Fokus pada pengeluaran yang benar-benar penting dan hindari membelanjakan uang untuk hal-hal yang hanya berdasarkan keinginan.

"Kebutuhan generasi sandwich jauh lebih besar. Jadi, pengeluaran untuk keinginan pribadi harus benar-benar dibatasi," tegas Sayoga.

2. Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Jika gaya hidup sudah hemat tapi tetap tidak mencukupi, menambah pemasukan adalah solusi. Sayoga menyarankan untuk mencari pekerjaan sampingan, mengambil sertifikasi atau lisensi profesional, atau mengejar kenaikan jabatan di tempat kerja.

"Investasi terbaik bagi generasi sandwich, terutama generasi Z, adalah investasi ilmu. Pendidikan atau lisensi bisa meningkatkan peluang karir dan penghasilan," katanya.

3. Miliki Proteksi dan Dana Darurat

Asuransi dan dana darurat juga merupakan fondasi penting. Untuk generasi sandwich, Sayoga menyarankan memiliki dana darurat minimal 12 kali pengeluaran bulanan agar siap menghadapi situasi tak terduga.

"Asuransi kesehatan atau jiwa juga penting agar beban keuangan tak semakin berat jika ada risiko yang muncul," tambahnya.

Menghadapi kondisi ekonomi yang tak pasti memang bukan perkara mudah apalagi bagi mereka yang berada di posisi generasi sandwich. Tapi dengan perencanaan yang tepat, disiplin anggaran, dan keberanian untuk mengembangkan diri, masa depan yang lebih stabil tetap bisa diwujudkan.


(sef/sef)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Bangga Produk Lokal, Fesyen Indonesia Mendunia

Next Article Orang Tua Wajib Tahu, 10 Cara Ilmiah Membesarkan Anak Agar Pintar

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |