Liputan6.com, Jakarta - Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, pencarian akan kebahagiaan sering kali menjadi tujuan utama setiap insan. Dalam tradisi Islam, kebahagiaan ini tidak hanya dicapai melalui materi, tetapi melalui ketenangan batin yang salah satu kuncinya adalah dengan bacaan sholawat Sa'adah.
Ebook Sholawat Jalan Selamat karya Habib Novel Alaydrus dan jurnal ilmiah mengenai Majelis Sholawat As-Sa’adah di Sidoarjo, memberikan pandangan komprehensif tentang bagaimana Sholawat Sa’adah bukan sekadar bacaan, melainkan sebuah metode penyatuan syariat dan hakikat. Kebahagiaan mencakup dunia dan akhirat, fisik dan batin.
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, ulama asal Solo, menempatkan sholawat Miftah, yang juga dikenal sebagai Sholawat Sa’adah, diposisikan sebagai kunci pembuka pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. Berikut bacaan lengkap sholawat saadah, sanad (sejarah), pengamalan, hingga keutamaannya.
Bacaan Sholawat Sa'adah: Arab, Latin dan Artinya
Merujuk pada sumber yang sama, berikut bunyi bacaan sholawat saadah yang dapat diamalkan.
اَللّهُمَ صَلّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَامَا فِى عِلْمِ اللّهِ صَلَاةً دائِمَةًَ بِدَوَامِ مُلْكِ اللّه
Latin: Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammadin 'adada maa fi'ilmillahi shalatan da imatan bidawami mulkillahi
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW sebanyak bilangan yang ada dalam bilangan Allah, dengan rahmat yang abadi seabadi kerajaan Allah."
Makna Sholawat Sa'adah
Secara etimologis, Sholawat Sa’adah tersusun dari dua terminologi Arab: Sholawat dan As-Sa’adah. Kata Sholawat merupakan bentuk jamak dari sholla yang bermakna doa, rahmat, atau pujian kepada Nabi. Sedangkan As-Sa’adah berakar dari kata sa’ida yang berarti bahagia, beruntung, atau sejahtera.
Merujuk pada Ebook Sholawat Jalan Selamat karya Habib Novel Alaydrus, istilah ini dimaknai sebagai "Sholawat Kebahagiaan" dan kerap disebut Sholawat Miftah (Kunci). Secara filosofis, penamaan ini menegaskan fungsinya sebagai kunci pembuka pintu kebahagiaan dunia dan akhirat.
Secara spiritual, Sholawat Sa’adah (Sholawat Kebahagiaan) atau yang juga dikenal sebagai Sholawat Miftah dimaknai sebagai "kunci" transendental yang membuka pintu rahmat tak terbatas antara seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Melalui lafaz yang menyandarkan kuantitas sholawat pada "bilangan dalam ilmu Allah" (‘adada mâ fî ‘ilmillâhi), pengamalnya diajak menyelami kesadaran makrifat bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada hitungan materi, melainkan pada koneksi batin (rabithah) yang abadi dengan Rasulullah SAW sebagai wasilah menuju ridha Allah, yang secara praktis berfungsi membersihkan hati (tazkiyatun nafs) untuk mencapai keseimbangan antara kesalehan syariat dan kedamaian hakikat.
Kandungan Mendalam Sholawat Sa'adah
Sholawat Sa’adah (Sholawat Miftah) mengandung dimensi makrifat yang melampaui sekadar pujian lisan. Inti kekuatannya terletak pada lafaz ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi (sebanyak bilangan dalam ilmu Allah) dan bidawâmi mulkillâh (kekal sebagaimana kerajaan Allah).
Frasa ini mengajarkan hamba untuk meniadakan batasan matematis manusia dan menyandarkan ibadahnya pada ketakterhinggaan sifat Allah, yang menurut para ulama setara dengan 600.000 kebaikan.
Lebih jauh, sebagaimana tercermin dalam pengamalan di Majelis As-Sa’adah Sidoarjo, kandungan sholawat ini memanifestasikan sinergi antara Syariat dan Hakikat. Ia bukan hanya kunci pembuka pintu rahmat (esoteris), tetapi juga pedoman perilaku (eksoteris) yang menyeimbangkan kesalehan ritual dengan kesucian hati.
Hakikat "Sa’adah" (kebahagiaan) di sini adalah ketenangan jiwa yang lahir dari perpaduan disiplin fiqh dan kedalaman tasawuf, menjadikan pengamalnya manusia yang utuh secara spiritual dan sosial.
Cara Mengamalkan Sholawat Sa'adah
Berikut adalah cara mengamalkan Sholawat Sa’adah:
1. Melafalkan Redaksi dengan Benar (Talqin)
Membaca teks sholawat sesuai kaidah: “Allâhumma sholli wa sallim ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi sholâtan dâ-imatan bidawâmi mulkillâh”. Dapat dibaca kapan saja, baik secara sirr (pelan) maupun jahr (keras).
2. Penyucian Diri (Aspek Syariat)
Sebelum mengamalkan, jamaah dianjurkan berwudhu, menutup aurat dengan sempurna, dan memakai wewangian. Di Majelis As-Sa’adah, kedisiplinan syariat (seperti kerapian shaf dan kesucian badan) adalah syarat mutlak sebelum memasuki dimensi spiritual.
3. Diawali Tawasul dan Dzikir
Pengamalan biasanya dibuka dengan tawasul (menghadiahkan Al-Fatihah) kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, habaib, dan ulama pendiri majelis. Hal ini berfungsi sebagai penyambung sanad ruhani sebelum masuk ke inti sholawat.
4. Istiqamah
Diamalkan secara kontinyu, baik sendirian maupun berjamaah. Dianjurkan berjamaah, mengingat keutamaannya.
5. Menghadirkan Hati (Aspek Hakikat)
Saat lisan mengucapkan sholawat, hati harus hudhur (hadir) merasakan kerinduan kepada Nabi dan meyakini bahwa Allah sedang melimpahkan rahmat-Nya. Sinergi ini penting agar sholawat tidak sekadar bunyi, melainkan menjadi pembersih jiwa (tazkiyatun nafs).
Keutamaan Sholawat Sa'adah
Berdasarkan referensi dari Ebook Sholawat Jalan Selamat karya Habib Novel Alaydrus dan jurnal mengenai Majelis Sholawat As-Sa’adah (Solihah & Rafsanjani), berikut adalah keutamaan-keutamaan Sholawat Sa’adah:
1. Bernilai 600.000 Sholawat
Sebagian ulama menyebutkan bahwa membaca sholawat ini satu kali setara dengan membaca 600.000 sholawat biasa. Hal ini karena lafaznya dikaitkan dengan ‘adada mâ fî ‘ilmillâhi (sebanyak bilangan dalam ilmu Allah), yang tidak memiliki batasan jumlah.
2. Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
Dikenal juga sebagai Sholawat Miftah (Kunci), sholawat ini diyakini sebagai pembuka pintu rahmat dan sa’adah (kebahagiaan) yang hakiki, memberikan keselamatan serta ketenangan batin bagi pengamalnya.
3. Doa yang Abadi (Kekal)
Dengan frasa bidawâmi mulkillâh (kekal sebagaimana kerajaan Allah), sholawat ini mengandung doa agar rahmat Allah terus mengalir kepada Nabi Muhammad SAW secara abadi, selamanya, tanpa terputus.
4. Penyeimbang Syariat dan Hakikat
Dalam implementasinya (studi kasus di Sidoarjo), sholawat ini menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Ia berfungsi menyeimbangkan kepatuhan hukum fiqih (syariat) dengan kebersihan hati (hakikat), sehingga pengamalnya tidak hanya saleh secara ritual tapi juga tenang secara spiritual.
5. Pembangun Kesalehan Sosial
Energi positif dari "kebahagiaan" yang dihasilkan sholawat ini memanifestasikan perilaku sosial yang baik, seperti gemar bersedekah, kerukunan antar jamaah, dan hilangnya sifat individualis.
People also Ask:
Apa itu shalawat saadah?
Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dalam kitab "Afdhalus Shalawat 'ala Sayyidis Sadat" menyebut selawat yang bisa mendatangkan kebahagian kepada pembacanya, baik di dunia maupun di akhirat . Selawat itu adalah selawat As-Sa'adah. Dalam bahasa Arab, arti dari lafaz As-Sa'adah adalah kebahagiaan.
Sholawat apa yang cepat terkabul?
Sholawat Nabi Muhammad agar Hajat Terkabul, Yuk! Baca IniBeberapa sholawat yang dipercaya cepat mengabulkan hajat antara lain Sholawat Nariyah, Sholawat Jibril, dan Sholawat Munjiyat, karena masing-masing memiliki keutamaan khusus untuk melancarkan urusan, mendatangkan rezeki, atau menyelamatkan dari kesulitan, dengan pengamalan tertentu seperti dibaca rutin setelah sholat fardhu atau dalam jumlah tertentu.
Bolehkah shalawat adrikni dibaca setiap hari?
Ya, sangat boleh dan dianjurkan untuk membaca Sholawat Adrikni setiap hari, bahkan menjadi amalan rutin harian untuk memohon pertolongan dan bimbingan Allah SWT, dengan jumlah yang disesuaikan seperti 100 kali sehari atau lebih, tergantung kebutuhan dan kondisi, disertai keyakinan kuat dan ketulusan hati.
Assa adah artinya apa?
Namun dalam penelitian ini penulis akan mengambil kata sa'āadah. Kata sa'ādah disini merupakan kebalikan dari kata syaqīy yang artinya seseorang yang bergelimang dalam kesengsaraan dan keburukan yang benar- benar tidak nyaman bagi yang bersangkutan. Dapat diartikan bahwa makna kata sa'adah disini berarti kebahagiaan.

1 day ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360669/original/037067400_1611729331-rumman-amin-DtnuHnc3Kzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5499939/original/029288400_1770801430-XLSmart_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2767867/original/012102100_1554201069-20190402-Wiranto_-Menkopolhukam-Pimpin-Kampanye-Rapat-Umum-Jokowi-Amin-di-Gorontalo--ANTONIUS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130499/original/005554400_1739345568-pexels-nicole-michalou-5779170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5497951/original/063973500_1770695044-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_10.17.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170214/original/048710600_1742596937-20250322-Penukaran_Uang-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031588/original/007923300_1733102277-IMG-20241202-WA0036.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5502087/original/071500100_1770967677-Yoga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5068928/original/026798500_1735285005-147116947457b043c25600c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502262/original/070288400_1770975284-Gambar_Marhaban_Ya_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5501360/original/044062500_1770896839-IM3_03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156108/original/043999400_1741427558-c1438f3fe8817e50e6a2ece010cad8b7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4195529/original/072417900_1666083849-062171100_1628127938-pexels-themrdan-4331578.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500882/original/010354000_1770880715-Screenshot_2026-02-12_141539.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1776134/original/064656500_1511191072-000_DV1962250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2222876/original/010352000_1526972383-20180521-Kampung-Ramadan-Di-Jogokaryan-Yogya-GHOLIB-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501423/original/040945800_1770905189-Sup_Telur_Tomat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4754808/original/009450500_1709018216-dates-6638825_1280.jpg)




























