Remaja Perlu Tahu! Ini 5 Faktor Risiko Penyakit Menular Seksual

3 days ago 13

Jakarta - Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah salah satu masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja. Sayangnya, masih banyak yang menganggap PMS hanya terjadi pada kelompok tertentu. Padahal, siapa pun bisa tertular jika tidak berhati-hati.

Sebagai remaja, penting untuk memahami risiko PMS agar dapat melindungi diri sejak dini. Yuk, simak faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko PMS dan cara menghindarinya!

1. Tidak Menggunakan Pengaman Saat Berhubungan Seksual

Salah satu penyebab utama penyebaran PMS adalah tidak menggunakan pengaman saat berhubungan seksual. Virus dan bakteri penyebab PMS bisa menyebar melalui cairan tubuh atau kontak langsung dengan area yang terinfeksi. Sayangnya, banyak remaja yang kurang paham soal pentingnya kondom dan malah menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak penting atau tabu.

Beberapa penyakit seperti gonore, klamidia, dan HIV bisa dicegah dengan penggunaan kondom yang benar. Tapi ingat, meskipun kondom bisa memberikan perlindungan cukup baik, ada beberapa infeksi seperti herpes genital dan HPV yang tetap bisa menular melalui kontak kulit.

Jadi, jangan anggap kondom sebagai perlindungan mutlak, tetapi tetap lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali!

2. Berganti-ganti Pasangan Seksual

Semakin banyak pasangan seksual yang kamu miliki, semakin besar pula risiko terkena PMS. Ini bukan soal menghakimi gaya hidup siapa pun, tapi lebih ke masalah probabilitas. Setiap pasangan baru membawa kemungkinan paparan terhadap infeksi yang berbeda.

Apalagi kalau kamu tidak tahu riwayat kesehatan pasanganmu. Bisa saja dia pernah terkena PMS tetapi tidak menunjukkan gejala. Beberapa penyakit seperti HIV dan sifilis bisa tetap ada dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas, tapi tetap bisa menular.

3. Kurangnya Edukasi Seksual dan Kesadaran Diri

Banyak remaja yang masih kurang mendapatkan edukasi seksual yang benar, bahkan merasa tabu untuk membahasnya. Padahal, informasi yang tepat bisa membantu kamu dalam membuat keputusan yang lebih baik untuk kesehatanmu.

Misalnya, banyak orang yang tidak tahu bahwa HPV (Human Papillomavirus) adalah salah satu penyebab utama kanker serviks. Virus ini bisa menyebar dengan mudah melalui kontak seksual, bahkan tanpa adanya penetrasi. Itulah kenapa vaksin HPV sangat dianjurkan untuk remaja dan orang dewasa muda sebelum aktif secara seksual.

Semakin kamu paham tentang risiko dan cara pencegahannya, semakin kecil kemungkinan kamu terkena PMS. Jangan ragu untuk mencari informasi dari sumber terpercaya atau berkonsultasi dengan tenaga medis jika ada hal yang ingin kamu tanyakan.

4. Tidak Melakukan Tes Kesehatan Secara Rutin

Banyak orang menganggap tes PMS hanya perlu dilakukan kalau sudah ada gejala. Padahal, beberapa infeksi seperti klamidia atau HIV bisa bertahan di tubuh tanpa gejala dalam waktu lama.

Melakukan tes kesehatan secara rutin adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah kamu terinfeksi atau tidak. Jika ditemukan sejak dini, banyak PMS yang bisa diobati atau dikelola dengan lebih baik.

Tes ini penting terutama jika kamu:

  • Aktif secara seksual dengan lebih dari satu pasangan

  • Pernah berhubungan seksual tanpa pengaman

  • Memiliki pasangan baru yang riwayat kesehatannya belum kamu ketahui

Jangan takut untuk melakukan tes! Justru dengan mengetahui kondisimu lebih awal, kamu bisa mendapatkan perawatan yang lebih cepat dan mencegah penyebaran infeksi ke orang lain.

5. Konsumsi Alkohol atau Narkoba Saat Berhubungan Seksual

Saat kamu berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, kemungkinan besar kamu akan mengambil keputusan yang kurang bijak, termasuk dalam hal hubungan seksual.

Banyak remaja zaman sekarang yang akhirnya berhubungan seksual tanpa pengaman akibat pengaruh alkohol atau obat-obatan. Mereka juga sering tidak mengetahui riwayat kesehatan pasangannya. Hal ini tentu meningkatkan risiko tertular PMS.

Jadi, kalau kamu berada di situasi di mana ada minuman beralkohol atau zat lain yang bisa mengaburkan penilaianmu, coba pikirkan ulang sebelum membuat keputusan yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.

PMS bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, tetapi juga bukan sesuatu yang tidak bisa dicegah. Dengan memahami faktor risiko, remaja dapat lebih waspada dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Menjaga kesehatan seksual bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga tentang melindungi pasangan dan orang yang disayangi. Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi yang benar dan mengambil langkah pencegahan sejak dini!


(prf/ega)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |